Nasib Jalan Nasional di Sultra, Kondisinya Parah dan Kontraktornya Bermasalah

1938
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pada pertengahan Ramadan 2018 lalu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae meninjau pengerjaan jalan nasional trans-Sulawesi di Kecamatan Sampara menuju Konawe Utara.

Rombongan terpaksa putar balik karena kendaraan yang digunakan tidak sanggup melewati jalan yang penuh kubangan dan lumpur.

- Advertisement -

Setelah dua tahun dikunjungi, jalan tersebut berhasil dikerja namun tidak seratus persen.

Proyek pengerjaan jalan sepanjang 17 kilometer ini dikerjakan oleh PT Tirta Dea Adonics Pratama dengan kontrak tahun jamak atau multiyears mulai 2015-2018.

Pada 2017, kontraktor tersebut mendapat alokasi anggaran pengerjaan lanjutan sebesar Rp 56 miliar dengan masa kontrak hingga Agustus 2018. Namun, pengerjaannya terlambat dan tidak sesuai kontrak. Perusahaan ini kemudian diputus kontaknya.

Akhirnya, jalan yang melintasi Desa Paku Jaya, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe ini tak butuh beberapa tahun ditunggu kembali rusak parah.

Menurut anggota DPR RI Ridwan Bae, jalan ini sudah lama dibangun tapi terhenti karena beberapa kali kontrak pekerjaan diputus.

Pengerjaan jalan itu, kata dia, dikerjakan oleh kontraktor Jakarta dan disub dengan kontraktor daerah.

“Jadi tidak konek antara kontraktor Jakarta dan daerah,” katanya, Kamis 14 Mei 2020.

Setelah beberapa kali perpanjangan kontrak namun pekerjaan tidak tuntas juga, akhirnya diputus. Namun dalam perjalanannya, kontraktor Jakarta menuntut di pengadilan yang berimbas pada penghentian pekerjaan.

“Setelah sidang dia kalah dan naik PK. Saya ditegur langsung pak Airlangga saat lewati jalan itu menuju virtue. Saya katakan kepada ketua umum, tidak bisa dilanjutkan karena masuk hukum,” jelas Ridwan.

Mobil sembako terperangkap di kubangan lumpur pada 2018 lalu di Jalan Pohara-Konawe Utara. (Foto Liputan6.com)

Dampak Aktivitas Industri

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara menyebut, pekerjaan tidak bisa kelar karena disaat bersamaan truk industri melewati daerah itu.

“Kita kendala armada truk yang bolak balik di situ. Jadi, di situ ada juga perusahaan tambang dan ada juga pengangkut BBM industri,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Saat ini, kata dia, sudah ada kontrak baru dan beberapa mulai dikerja. Kata dia, terkait kendala yang dihadapi seperti sebelumnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Rencananya setelah lebaran. Kita berkoordinasi denga Polda, Dinas Perhubungan dan stakeholder lainnya untuk membicarakan hal ini,” jelasnya.

Ia mengusulkan agar kendaraan yang melewati jalan tersebut bebannya tidak melewati kekuatan jalan.

“Kita berharap agar pengerjaan jalan ini segera dituntaskan,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...