Soal Babinsa Tewas di Buton, Danrem Minta Personelnya Tahan Diri

1277
 

Kendari, Inilahsultra.com – Komandan Korem 143/Haluoleo, Kolonel Infanteri
Jannie Aldrin Siahaan mengingatkan anggotanya agar menahan diri dan menyerahkan semuanya kepada yang berwajib, terkait tewasnya anggota TNI AD, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sorawolio, Serda Baso Hadang yang bertugas di Koramil 1413-16/Sorawolio, Kodim 1213/Buton belum lama ini.

Hal itu disampaikan langsung oleh Danrem, saat melaksanakan jam komandan di Aula Sudirman Markas Komando Resor Militer (Makorem) 143/Haluoleo, Senin 18 Mei 2020 kemarin. Danrem didampingi Kasrem 143/HO Letkol Infanteri Arif Susanto, diikuti 157 anggota jajaran Korem 143/HO.

- Advertisement -

“Berkaitan dengan beberapa kejadian yang terjadi, baik di wilayah Sulawesi Tenggara ataupun di wilayah lainnya. Saya sampaikan kepada seluruh Prajurit dan PNS jajaran Korem 143/HO, untuk selalu menjauhi pelanggaran. Laksanakan tugas dengan baik dan selalu lihat situasi serta jaga diri,” jelas Danrem 143/HO, Kolonel Infanteri Jannie Aldrin Siahaan.

Untuk itu, perwira dengan tiga melati di pundak ini meminta kepada seluruh personel Makorem dan jajaran untuk selalu melaksanakan perkiraan keadaan taktis (PKT) dan perkiraan keadaan medan (PKM) dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Dengan beberapa kejadian baru-baru ini terjadi, saya meminta semua dapat mengambil hikmahnya. Untuk kejadian di Buton, saya memerintahkan semua personel jajaran Korem 143/HO untuk menahan diri dan menyerahkan semuanya kepada yang berwajib,” tegasnya.

Selain itu, Jannie Aldrin juga mengingatkan anggotanya untuk lebih bijak bermedia sosial. Ia juga mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 TNI harus menjadi contoh dalam melawan virus ini.

“Seluruh personel Makorem harus melaksanakan rapid test tidak ada yang boleh menghindar, ini untuk kebaikan kita semua demi memutus mata rantai penyebaran covid -19,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...