Masuk Zona Hijau, Pemda Konkep Siap Terapkan Kebijakan New Normal

190
 

Langara, Inilahsultra.com- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) siap menerapkan kebijakan new normal.

Konkep merupakan satu dari lima daerah di Sultra yang berstatus zona hijau virus corona dan dibolehkan untuk memulai kembali aktivitas ekonomi namun tetap mempertimbangkan protokol kesehatan.

- Advertisement -

Juru Bicara Tim Gugus Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Konkep Safiudin Alibas, mengatakan, jauh sebelum ini Konkep sudah menerapkan standar-standar new normal. Masyarakat tetap beraktivitas tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Imbauan mengurangi bepergian dan tetap menggunakan masker, pada prinsipnya adalah standar hidup normal baru, ini tentang bagaimana kita menerapkan protokoler kesehatan dalam hal panduan hidup sehat di dalam hidup kita sehari-hari, dalam konteks bagaimana kita berproduktifitas yang aman dengan menggunakan konsep tatanan hidup normal baru ini, dan ini sudah lama kita edukasikan ke masyarakat,” katanya, Selasa 2 Juni 2020.

“Saya imbau kepada semua warga Konkep walaupun kita sudah terapkan new normal tetap akan diterapkan portokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan sebagainya,” tambahnya.

Menurut Safiudin Alibas, membiasakan hidup dengan standar protokol kesehatan yang diberlakukan dalam hal penanganan covid ini, harus menjadi kebiasaan yang rutin, misal rajin mencuci tangan dan menggunakan masker ketika bepergian.

“Setelah diumumkan Konkep adalah kabupaten yang bisa menjalankan kehidupan normal bukan berarti kita meninggalkan apa yang menjadi protokoler itu tetapi itu menjadi kebiasaan seperti cuci tangan sebelum masuk rumah, pakai masker saat bepergian karena penyakit tidak hanya covid saja,”terangnya.

Safiuddin melanjutkan, di pintu masuk Konkep semisal di pelabuhan, pihaknya tetap memberlakukan skrining.

“Tetap akan berlaku kalau misalnya saya mau kemana wajib membawa keterangan sehat. Keterangan sehat itu memastikan kesehatan seseorang bahwa dia sehat dan layak untuk bepergian. Contoh misalnya mau ke Kendari pemeriksaan dilakukan mulai dari suhu badan kemudian pengecekan nadi kalau misalnya di perjalanan nadinya sangat rendah kemudian terjadi apa-apa siapa yang akan menangani di kapal karena di kapal tidak ada klinik, itulah kenapa skrining tetap diberlakukan, kita akan melakukan rapid test semua pegawai,” jelasnya.

Penulis: Sadaruddin

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...