Penjelasan Lurah Punggaloba Soal Bantuan PKH yang Sempat Disorot Sejajar

1371
 

Kendari, Inilahsultra.com – Lurah Punggaloba, Hasman Dani memberikan penjelasan terkait temuan SEJAJAR Sulawesi Tenggara (Sultra) adanya penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak sampai ke warga di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Hasman Dani menjelaskan, dengan adanya Covid-19 ini pemerintah kelurahan mengharuskan mendata warga, karena akan ada pendistribusian sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

- Advertisement -

Pendataan ini dilakukan, karena penerima PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak bisa mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah di tengah Covid-19. Akhirnya pihak kelurahan terpaksa meminta data penerima kepada pendamping PKH Kelurahan.

Setelah mendapatkan data tersebut,
Hasman Dani langsung mengumumkan nama-nama penerima PKH di media sosial Facebook di grup pusat resmi informasi Kelurahan Punggaloba.

“Setelah saya umumkan, beberapa jam kemudian muncul berbagai tanggapan dan komentar. Ternyata ada beberapa nama warga yang masuk di dalam daftar penerima PKH, tapi mereka ini sama sekali tidak menerima uang tunai bantuan PKH,” ungkap Hasman Dani saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat 5 Juli 2020.

Setelah mengetahui hal tersebut, dirinya melakukan penelusuran dengan menghadirkan pendamping PKH tingkat Kota Kendari dengan menjelaskan pada saat itu, kalau masih aktif sebagai penerima otomatis negara selalu mentransfer dana PKH melalui rekening masing-masing penerima.

“Kami langsung menelusuri ke bank penyalur dalam hal ini Bank BRI yang di depan Rumah Sakit Provinsi Sultra lama. Ternyata rekening penerima PKH masih aktif semua,” jelasnya.

Untuk itu, Hasman Dani langsung berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Kota Kendari untuk melakukan penelusuran secara langsung kepda warga yang melapor.

Kebetulan, lanjut dia, Tim Saber Pungli sudah turun lapangan bersama BPKP untuk melakukan penelusuran dan wawancara kepada nama-nama terdaftar penerima, tapi tidak menerima sama sekali bantuan PKH.

“Warga penerima PKH yang tidak mendapatkan haknya datang langsung melapor ke kelurahan, dan berdasarkan penelusuran Saber Pungli sebanyak 14 orang penerima PKH, yang tidak mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.

Hasman Dani kembali mengungkapkan, ada dua warga yang mengaku rekeningnya masih aktif, kemudian dikonfirmasi ke Bank BRI ternyata bantuan PKH sudah disalurkan pihak bank ke rekening penerima.

Namun anehnya, penyaluran itu mulai tahun ini sementara keaktifannya di PKH dimulai sejak tahun 2015. Jadi, kata dia, interval waktu 2015 sampai 2020 tak diketahui uangnya kemana. Akibat tidak mendapatkan bantuan PKH, secara otomatis warga tersebut tidak mendapatkan juga BPNT.

“Jadi, Ini yang harus ditelusuri sekarang. Dari laporan warga tidak pernah terima bantuan PKH berupa uang, dan warga juga mengaku tidak pernah menerima BPNT yang menjadi hak penerima PKH,” ungkapnya.

Masalah ini, kata Hasman Dani terjadi pada zaman pendamping PKH sebelumnya.

“Memang pada saat itu terjadi banyak masalah penerima bantuan PKH di Kelurahan Punggaloba,” terangnya.

Salah satu bukti, kata dia, pada saat itu ada salah satu warga yang bermasalah penerima masuk keanggotaan PKH tahun 2019 dikembalikan uangnya oleh pihak pendamping sebelumnya, bukan pendamping saat ini.

“Logika sederhananya selama ini yang menjadi hak masyarakat tersebut dia yang ambil, buktinya saja dia kembalikan uangnya orang. Berarti selama ini dia yang ambil,” ungkapnya.

Kalau sekarang ini, kata dia, yang di SK-kan Dinas Sosial untuk pendamping PKH atas nama Candra.

Terkait laporan SEJAJAR bahwa istri Lurah sebagai pendata Bansos yang di-SK-kan oleh Pemerintah Kota, kata Hasman Dani, istrinya hanya Ketua penggerak PKK tingkat kelurahan, aktivitas sehari-hari berkantor di Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Seharusnya pihak SEJAJAR kemarin mengkonfirmasi di kelurahan, karena tidak ada hubungannya istri lurah dengan pendataan bansos, karena istri saya juga jarang ke kantor lurah. Nanti ada kegiatan PKK baru muncul di kantor,” tutupnya.

Sebelumnya, SEJAJAR Sultra mengaduk ke DPRD Kota Kendari terkait kasus bantuan PKH tidak sampai ke warga.

Penulis : Haerun
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Komentar
loading...