Camat Tisel Mengaku Tidak Tahu Terkait Anggaran Bangunan MCK Sebesar Rp 87 Juta

1265
Bangunan MCK di Desa Kasimpa Jaya yang dipersoalkan warga karena dianggap anggarannya terlalu besar. (Foto: Muh Nur Alim/Inilahsultra.com).
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com- Pembangunan satu unit mandi, cuci dan kakus (MCK) di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan (Tisel) Kabupaten Muna Barat (Mubar) senilai Rp 87 juta sudah selesai dikerjakan.

-Advertisements-

Namun, bangunan yang nilainya cukup fantastis itu menjadi sorotan warga desa setempat. Pasalnya, besar dugaan bangunan MCK itu tidak sesuai dengan RAB yang ada dan ada dugaan Mark Up.

Terkait soal bangunan MCK itu, sebagai kepala wilayah kekuasaannya, Camat Tiworo Selatan (Tisel), Syahrir mengaku tidak tahu menahu soal besar anggaranya yang dipakai. Alasannya, pihaknya sama sekali tidak memegang RAB dan pekerjaan bangunan itu masih di era pelaksana Kdes Kasimpa Jaya, La Saiso.

“Anggaran Rp 87 juta itu baru juga saya liat di wartawan. Tapi nanti pasti ada pertanggung jawabannya itu,” Kata Syahrir saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat, 5 Mei 2020.

Syahrir mengaku, proses pekerjaan satu unit MCK itu masih pemerintahan pelaksana Kades yang dikerjakan 2020 ini. Sementara yang dipakai adalah dari dana silpa Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Pembangunan MCK itu sebelumnya ada keterkaitan dengan diresmikannya Embung Kasimpa Jaya saat itu yang rencananya dihadiri langsung dari Kementrian Desa.

Atas dasar itu sehingga pemerintah setempat, baik Pemdes dan Camat dan pihak pendamping desa melakukan koordinasi untuk membangun satu unit MCK di sekitaran Embung Kasimpa Jaya.

“Yang jelasnya dimulainya itu ketika ada rancangan kunjungan Menteri, maka pihak desa melakukan koordinasi dengan pendamping, bisa menggunakan dana atau tidak,” katanya.

Soal kalau dugaan ada Mark Up anggaran, pihaknya tetap mengembalikan kepada siapa yang terlibat dalam pekerjaan itu dan bisa dipertanggung jawabkan. Namun, sampai saat ini terkait selesainya pekerjaan itu Camat Tisel belum menerima laporan pertanggung jawaban.

“Itukan tinggal dihitung volumenya. Kalau ada temuan yah harus dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Salah seorang warga Kasimpa Jaya, Munawar mengatakan, pembangunan MCK itu bersumber dari dana Silpa DD tahun anggaran 2019 senilai Rp 87 Juta yang dikerjakan tahun 2020 ini.

Berdasarkan data yang dipegang, RAB alokasi anggaran pembangunan MCK sebesar Rp 87.248.000, dalam RAB itu sudah termasuk belanja barang dan jasa dan belanja modal, dengan masa kerja 90 hari. Sementara ukuran bangunan hanya seluas 3X4 meter dan tinggi 3 meter.

“Secara kasat mata, ini sangat tidak rasional antara bangunan dengan penggunaan anggaran sampai Rp80 jutaan lebih,” kata Munawar saat ditemui jurnalis Inilahsultra-com beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga menduga dalam proses pembangunan gedung tersebut tanpa melalui musyawarah dengan warga dan tanpa memikirkan asas manfaatnya dalam masyarakat setempat.

Reporter : Muh Nur Alim

 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...