Gubernur Sultra Laporkan Penanganan Corona ke Presiden

Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Pj Sekda Sultra dan Kapolda Sultra saat video conference dengan Presiden Joko Widodo. (Istimewa)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com Gubernur Sultra Ali Mazi melaporkan perkembangan penanganan virus corona di Bumi Anoa kepada Presiden Joko Widodo melalui. Video conference, Rabu 10 Juni 2020.

Dalam video conference dengan Presiden Jokowi itu, Ali Mazi didampingi Pj Sekda Sultra La Ode Ahmad Pidana B dan Kapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam.

Video conference yang juga melibatkan seluruh gubernur di Indonesia ini dilaksanakan di Rujab Gubernur pada Rabu, 10 Juni 2020, siang tadi.

Kepada Presiden Jokowi, Ali Mazi melaporkan perkembangan percepatan penanganan Covid-19 yang terjadi di Sulawesi Tenggara. Termasuk penanganan dan pencegahan virus corona di masyarakat.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan terjadi penambahan tiga kasus baru virus corona di Bumi Anoa, Rabu 10 Juni 2020.

Tiga tambahan kasus baru itu berasal dari Kota Kendari, Buton Selatan dan Buton Utara masing-masing satu orang.

Buton Utara dan Buton Selatan selama ini masuk zona hijau. Dengan adanya masing-masing satu kasus terkonfirmasi positif di dua daerah itu, maka sudah ada 15 kabupaten atau kota di Sultra yang ditemukan kasus virus corona.

Sementara dua daerah tersisa yang masih kategori ‘bersih’ dari virus corona adalah Konawe Kepulauan dan Konawe Utara.

“Ada dua penambahan area sebaran. Dengan demikian kabupaten terdampak sudah 15 kabupaten atau kota,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal.

Dengan tambahan tiga kasus baru ini maka total terkonfirmasi positif sebanyak 266 kasus.

Selain tambahan tiga kasus baru, ada dua tambahan pasien sembuh pada hari ini yang berasal dari Kota Kendari dan Konawe.

Dengan demikian, total kasus sembuh hingga hari ini sudah mencapai 174 orang dan yang menjalani isolasi tinggal 87 orang. Jumlah pasien meninggal tidak berubah tetap lima orang.

Dengan tambahan kasus baru ini, kata Rabiul, Gugus Tugas Covid-19 kabupaten atau kota diminta lebih maksimal melakukan surveilans pelacakan riwayat kontak hingga sosialisasi pencegahan virus corona.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry