Tahap Awal Pemda Muna Kirim Jagung Hibrida 44 Ton ke Blitar

431
 

Raha, Inilahsultra.com-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian serta investor dalam upaya memajukan ekonomi terhusus melalui komoditi jagung.

Hal itu bisa dilihat dengan jeberhasilan Pemda Muna dalam membangun komunikasi ditengah suasana pandemi covid 19, melalui Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Muna melakukan pengiriman jagung hibrida ke Blitar, Jawa Timur sebanyak 44 Ton.

- Advertisement -

Diketahui daerah Blitar memiliki kebutuhan jagung mencapai 1000-1500 ton per hari untuk pakan ternak ayam.

Dalam pengiriman perdana jagung Hybrida ke Blitar, Jawa Timur dilepas oleh Bupati Muna, LM. Rusman Emba, ST bertempat di Desa Komba-Komba Kecamatan Kabangka didampingi Kepala Balai Karantina Kelas II Sultra, N. Prayatno Ginting, Pj. Sekda Muna, Drs. Muhammad Djudul, Ketua DPRD Muna, Kadis TPHP Muna, serta sejumlah Kepala OPD. Senin 15 Juni 2020.

Menurut, Kepala Balai Karantina Kelas II Sultra, N. Prayatno Ginting menerangkan, kualitas jagung di Muna merupakan salah satu perioritas dari seluruh Indonesia sehingga ekspornya bisa sampai ke Blitar, dimana dalam bulan ini jagung yang diekspor sekitar 100 ton yang dilakukan secara bertahap.

“Kualitas jagung di Muna, tongkolnya juga dapat diekspor bahkan sampai keluar Negeri diantaranya Jepang dan China tetapi untuk prosesnya nanti dibicarakan karena saat ini kita konsentrasi dulu pada jagung,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Muna, Laode Muh. Rusman Emba, ST tak lupa memberikan motivasi kepada para petani jagung, dimana untuk saat ini pemasarannya telah dijamin.

“Insya Allah pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat untuk meningkatkan produktifitas meski ditengah pandemi Covid-19, oleh itu mari bersama bangkitkan pertanian karena ini sebagai sumber pendapatan bagi kita semua,” kata orang nomor satu di bumi Sowite ini.

Rusman Emba mengungkapkan, petani tidak sendiri karena sistem pemerintah yang telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan investor juga bersama dalam rangka memajukan ekonomi khusus dalam sektor comudity jagung.

“Perhatian Menteri Pertanian kita dibantukan dua unit alat pengering untuk pengembangan produktivitas jagung,” jelasnya.

Mantan Senator DPD RI ini menegaskan bahwa dalam meningkatkan produktivitas jagung hibrida, Pemda telah menjaminkan pemasarannya.

“Meski ditengah pandemi Covid-19, mari bersama bangkitkan pertanian karena ini sebagai sumber pendapatan bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis TPHP Muna, Anwar Agigi menambahkan, untuk tahap awal jagung yang dikirim ke Blitar sebanyak 44 ton dengan harga jual yang disepakati Rp. 3.500 per kilogram yang memiliki kandungan kadar air 15 persen, dimana sisanya akan dikirim ditahap selanjutnya.

“Animo masyarakat menanam jagung dari waktu ke waktu terus berkembang, sebab tahun lalu tanam jagung masih diangka 5.700 hektar namun pada tahun ini telah terkonfirmasi seluas 9.365 hektar,” katanya.

Dalam menghadirkan Balai Karantina Kelas II Sultra agar menyampaikan di Kementerian Pertanian, dimana pihaknya berharap adanya suport bantuan peralatan pasca panen terutama mesin pengering dan gudang.

“Upaya Bupati Muna, saat ini telah terbentuk konsorsium jagung dimana dalam waktu dekat akan ada kegiatan investasi di Muna dalam rangka pengembangan produksi jagung, sebagai salah satu comudity primadona masyarakat,” imbuh dia.

Reporter : Iman Supa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...