Aleg Muna Reses : Jaringan Seluler dan Jalan Jadi Aspirasi Utama Warga Desa Bangunsari

774
 

Raha, Inilahsultra.com-Menampung aspirasi konstituennya di wilayah pemilihan, Ketua DPRD Muna, La Saemuna (Hanura) bersama dua anggota legislatif (Aleg) dari Dapil II, Wa Nurnia (PKS) dan Iksanuddin Makmun (Gerindra) melakukan reses di Desa Bangunsari Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, Rabu 17 Juni 2020.

Ketua DPRD Muna, La Saemuna mengatakan kehadirannya di Desa Bangunsari untuk menampung aspirasi masyarakat yang kemudian aspirasi tersebut disampaikan pada pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait agar keluhan tersebut ditindak lanjuti.

- Advertisement -

“Mengenai keluhan masyarakat terkait Jalan Labunti ke Bangunsari yang kini rusak dan mempengaruhi kelancaran transportasi dalam pertumbuhan ekonomi. Serta jalan dalam lingkungan Bangunsari sendiri yang banyak mengalami kerusakan akan dimasukan di pokok pikir (Pokir) kami untuk disampaikan ke Pemda Muna,” ungkapnya.

Anggota legislatif dua periode ini menegaskan bahwa pihaknya bukanlah lembaga eksekutor tetapi sebagai penyambung aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerinda , Iksanuddin menambahkan persoalan jaringan telekomunikasi di Bangunsari yang belum maksimal, atau terkadang ada yang hanya berada di titik tertentu, pihaknya telah mengkonfirmasi di Kementerian Kominfo. Menurut pusat wilayah Desa Bangunsari berada di wilayah hijau dan jangkauan jaringan sangat terbatas walaupun dekat dengan menara telekomunikasi.

“Jaringan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Bangunsari, apalagi desa ini dikenal sebagai desa pengrajin mebel atau usaha lain. Sehingga kami akan membantu komunikasikan dengan Dinas Kominfo, untuk pendirian BTS ,” ujarnya.

Selain itu, sebagai komisi yang menanggani tentang Dana Desa (DD), Iksanuddin memberikan pencerahan bahwa dalam pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari anggaran DD harus disesuaikan dengan 30 persen jumlah anggaran DD di Desa Bangunsari untuk penerima BLT.

“Kepala Desa tidak ada alasan tidak memberikan BLT bagi masyarakat yang layak mendapatkan, jangan lagi dikaitkan dengan persoalan kepentingan, apalagi kepentingan politik,” tuturnya.

Sementara itu, Wa Nurnia setelah mendapat keluhan persoalan kurangnya prasarana dalam meningkatkan pertanian terutama alat pengering jagung kuning akan menyampaikan hal tersebut di Dinas Pertanian.

“Aspirasi petani jagung hibrida ini akan disampaikan pada Dinas Pertanian. Kalau persoalan kesulitan dalam pemasaran nanti saya fasilitasi sebab ada teman sebagai penampung jagung hibrida,” janjinya.

Reporter : Iman Supa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...