Puluhan Warga Blokir Jalan Menuju Industri Morosi Minta Dipekerjakan

627
 

Kendari, Inilahsultra.com Puluhan warga melakukan aksi blokir jalan yang menjadi akses dari dan menuju pabrik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Rabu (17/6).

Namun aksi tersebut tidak terkait dengan penolakan kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok akhir bulan ini, melainkan mereka menuntut dipekerjakan sebagai karyawan di perusahaan.

- Advertisement -

Warga yang melakukan pemblokiran jalan ini berasal dari tiga desa di Kabupaten Konawe, yaitu Desa Besu, Mendikonu, dan Desa Wonua Morini Kecamatan Kapoiala.

Mereka meminta agar 30 orang untuk direkrut sebagai pekerja dan ditempatkan di divisi tertentu seperti Humas, internal, eksternal dan negosiator.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) Manager PT VDNI, Ahmad Saekuzen menyebut, aksi warga ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) China.

Ahmad menyebut, pemalangan itu terjadi karena adanya ketidakpuasan massa atas jawaban perusahaan yang didesak menerima mereka sebagai pekerja di PT VDNI dan PT OSS.

Human Resources Development (HRD) Manager PT VDNI, Ahmad Saekuzen

“Pada dasarnya tuntutan mereka itu kami juga sudah jawab bahwa tidak ada masalah. Mereka tinggal ikuti saja prosedur yang ada. Namun, mereka tentunya tidak bisa memilih suatu pekerjaan tertentu, misalnya saya harus kerja di divisi ini dan divisi itu,” jelas Ahmad.

Ia mengaku, pihaknya menyesalkan aksi pemalangan ini. Harusnya, aparat keamanan membackup dan tidak membiarkan warga memblokir jalan.

Akibat pemblokiran jalan kemarin, perusahaan mengalami kerugian berupa gangguan operasional.

“Pasokan material mengalami gangguan serta suplai barang lain. Aksi ini juga merugikan nama baik kami bahwa kesannya perusahaan tidak mempedulikan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menyebut, perusahaan selalu membuka diri dan membukakan ruang sebesar-besarnya kepada warga sekitar untuk bekerja di perusahaan tersebut.

“Apa yang mereka minta, kita sudah akomodir. Tentu, kami tidak bisa seratus persen semuanya diakomodir. Kami juga telah memberikan kesempatan kepada mereka, kalau mau bekerja kami menyambut baik, kami sangat senang,” pungkasnya.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...