Banjir Konawe Utara Genangi Jalan Trans-Sulawesi

1109
 

Konawe Utara, Inilahsultra.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Konawe Utara menyebabkan Sungai Lalindu di Desa Sambandete Kecamatan Oheo meluap hingga menutup badan jalan Trans-Sulawesi, Jumat 19 Juni 2020.

Akibat genangan air itu, jalanan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

- Advertisement -

Bupati Konut Ruksamin mengatakan peristiwa sungai meluap ini terjadi dini hari tadi sekira pukul 02.00 Wita. Ketinggian air diperkirakan mencapai 40 sentimeter.

“Untuk yang akan melintas dari Kendari menuju Morowali, Sulawesi Tengah mohon diurungkan dulu niatnya berhubung saat ini air sungai sudah naik ke permukaan jalan di sekitar Kecamatan Oheo,” ungkapnya.

Menurutnya, hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Konut beberapa hari ini yang menyebabkan sungai meluap.

“Ketinggian air di pukul 03:39 Wita sudah mencapai 50 sentimeter. Posisi masih hujan, walau tidak deras tetapi dimungkinkan air akan naik terus. Mohon doanya semoga cepat surut,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada warga yang terkena dampak banjir agar mengungsi di huntara yang telah disiapkan.

“Untuk penyampaian pertama menyampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar untuk semua warga Konut yang berada di bantaran sungai agar mengarah di huntara jangan ada warga yang kembali ke rumahnya apalagi yang pernah kena dampak banjir pada tahun lalu. Poin ke dua asistennya diperintah untuk berkoordinasi dengan PLN untuk mengkomunikasikan mengenai keadaan banjir agar huntara yang belum terpasang listriknya agar segera dipasangkan dan poin ke tiga untuk Kadis Sosial segera memperhitungkan bahan makanan bagi yang berada di huntara, ” tuturnya.

Sementara itu Sapril, warga dari Desa Puuhialu Kecamatan Oheo menduga bahwa selain akibat cerah hujan tinggi beberapa hari, banjir diduga diakibatan pendangkalan sungai dengan penebangan hutan oleh perusahaan tambang maupun kelapa sawit.

“Adanya material lumpur dari tambang dengan ditandainya air keruh yang dibawa hujan menyebabkan pendangkalan terhadap sungai yang sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Selain itu akibat kondisi alam yang serapan airnya telah kurang akibat penebangan hutan,” ungkapnya.

Salah satu dewan pendiri Forum Kerukunan Keluarga LIPUSABEA (Linomoiya Puuhialu Sambandete dan Bendewatu) meminta Pemda Konut membuat suatu perencanaan berskala besar untuk menanggulangi banjir di Konut.

“Hampir setiap tahun dari enam kecamatan yaitu Kecamatan Andowia hingga Kecamatan Langgikima terjadi banjir. Jadi harus ada normalisasi sungai Lalindu, Sungai Lasolo dan normalisasi sungai-sungai kecil yang berada di Kabupaten Konut. Serta mengevaluasi amdal yang berada di perusahaan baik tambang maupun  kelapa sawit karena pastinya amdalnya sudah menata akan terjadinya bencana di kemudian hari,” tuturnya.

Banjir yang terjadi setiap tahun di Konut, kata dia, telah menyebabkan kerugian materil bagi warga.

Penulis : Nur Kasri
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...