Pemdes Banggina Salurkan Bansos dan APD untuk Warga Terdampak Covid-19

150
 

Konawe Utara, Inilahsultra.com Pemerintah Desa Banggina Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara (Konut) membagikan bantuan sosial (bansos) dan alat pelindung diri (APD) ke warga yang terdampak covid-19.

Bantuan ini diketahui bersumber dari dana desa (DD) sebanyak 15 persen dari total APBD Desa.

- Advertisement -

Pembagian bansos dalam bentuk sembako dan APD ini turut dikawal Babinsa setempat La Saeda.

“Untuk beberapa desa yang berada di Konut bantuan sosial untuk covid-19 dari DD telah tersalurkan beberapa hari yang lalu dan kemungkinan Desa Banggina yang terakhir dalam pembagian bantuan sosial ini,” ungkap La Saeda, Jumat 19 Juni 2020.

Kepala Desa Banggina Amiruddin mengungkapkan, buruknya cuaca dan rusaknya jalanan membuat penyaluran bansos jadi terlambat.

“Wilayah Desa Banggina ini terletak di perbatasan Konawe dan Konawe Utara serta terbilang masih wilayah terpencil sehingga buruknya cuaca curah hujan serta jeleknya jalan dari Kendari ke Kabupaten Konawe Utara mempengaruhi penyaluran bantuan sosial covid-19,” ungkapnya.

Bansos dan APD, lanjut dia, dibagikan secara merata setiap kepala keluarga di Desa tersebut.

Sebanyak 27 warga mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) selama 2 bulan dengan masing-masing memperoleh Rp600 ribu.

Total anggaran yang dialokasikan untuk BLT sebanyak Rp 100 juta lebih.

“Di Desa Banggina ini terdiri dari  89 kepala keluarga dan semuanya mendapat bantuan sosial berupa sembako yaitu beras 20 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur satu rak, mie sedap goreng satu dus dan APD berupa galon sebagai wadah cuci tangan untuk setiap rumah. Selain itu, sabun cuci tangan dalam bentuk kemasan, dan masker yang dibagikan di setiap kepala keluarga,” bebernya.

Ia berharap tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari wabah virus corona.

“Tetap jaga jarak atau jangan berkerumun, menggunakan masker saat bepergian, rajin cuci tangan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dusun Ini Desa Banggina Ahiruddin mengaku senang telah mendapatkan bansos.

“Saya merasa sedikit terbantu dengan adanya bantuan sembako dan APD yang dibagi secara merata sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” katanya.

Ia menyebut, bantuan ini sangat berarti bagi warga yang mayoritas petani tambak yang mengalami penurunan penghasilan panen.

Sebab, tambak mereka dekat dengan pabrik besar PT OSS dan PT VDNI. Selain akibat aktivitas industri di sekitarnya, gagal panen juga diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga air sangat keruh serta tidak adanya bibit ikan.

“Kita juga berada di perbatasan kabupaten yang dikelilingi oleh sungai sedikit terbantu dengan adanya bantuan ini karena akhir-akhir ini kami sedikit melakukan aktivitas keluar desa akibat virus corona dan jeleknya jalan,” tuturnya.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...