VDNI Bagikan Ribuan Bantuan Logistik Covid-19 di Tengah Protes TKA China

292
 

Kendari, Inilahsultra.com – Di tengah protes rencana mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) asal China, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) membagikan sembako kepada warga yang terdampak pandemi covid-19.

Selain menyalurkan belasan ribu paket sembako, perusahaan asal Tiongkok ini turut membagikan logistik dan obat-obatan. Sabtu (20/6/2020). Bantuan ini, diberikan pada tiga lokasi berbeda.

- Advertisement -

Ketiganya yakni, Pemkab Kabupaten Konawe, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra dan Kabupaten Konawe Utara. Pada hari yang sama, PT VDNI menyalurkan dua bantuan sekaligus untuk Pemkab Kabupaten Konawe dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra.

“Untuk Konawe Utara, kami akan salurkan pada Minggu (21/6/2020) atau Senin. Bantuan untuk Konawe Utara, khusus bagi korban banjir di wilayah itu,” ujar External Affair Manager PT VDNI, Indrayanto.

Dia merinci, bantuan minyak goreng ukuran 2 liter untuk gugus tugas provinsi Sultra, Konawe dan tiga kecamatan, sebanyak 3.000 paket. Kemudian, ada bantuan 3.000 karung beras ukuran 10 kilogram untuk provinsi, Konawe dan tiga kecamatan di Konawe.

Lalu, masker sebanyak 300 ribu buah untuk Gugus Tugas Provinsi Sultra, 200 ribu buah untuk kabupaten Konawe dan 100 ribu buah untuk tiga kecamatan di Konawe.

“Ketiganya, Morosi, Bondoala dan Kapoiala,” ujar Indrayanto.

Selain itu, alat rapid test sebanyak 3.000 buah untuk Gugus Tugas Provinsi, 2.000 buah untuk Konawe dan 1.000 buah dibagi pada tiga kecamatan.

Bantuan lainnya, kapsul Lienhua penambah imun yang dibagikan sebanyak 10 ribu buah untuk provinsi, 6.000 buah untuk kabupaten Konawe dan 4.000 untuk tiga kecamatan.

“Terakhir, ada sarung tangan juga yang kami bagikan sebanyak 500 ribu pasang untuk tiga lokasi di atas,” kata Indra.

Dia mengatakan, pihak PT VDNI terus berkomitmen membantu warga Sultra di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan dan bukti bahwa mereka tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menyatakan, di tengah pandemi covid-19, saatnya semua pihak bergandengan tangan. Sehingga, bantuan yang satu bisa meringankan masyarakat lainnya.

“Terkait penolakan ini, menjadi bahan pertimbangan ke depannya terkait mekanisme penerimaan tenaga kerja asing. Sehingga, aspirasi dan investasi bisa sejalan,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada 16 ribu tenaga kerja lokal Konawe. Kalau dikalikan dua, maka ada 34 ribu orang yang hidup dari adanya PT VDNI.

Penulis : Akbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...