Pekerja Elekton dan Orkes Minta Pemkot Kendari Beri Kejelasan Izin Pentas

560
 

Kendari, Inilahsultra.com – Para pekerja seni musik electone dan orkes di Kota Kendari meminta Pemkot Kendari memberi kejelasan izin untuk kembali melakukan kegiatan pentas.

Selama pandemi Covid-19 mulai pada Maret 2020 lalu, pekerja seni tersebut sudah tak mendapatkan izin, alhasil tidak memiliki lagi penghasilan dan tidak mempunyai pekerjaan lain.

- Advertisement -

“Sejak adanya Covid-19 kurang lebih empat bulan para pekerja seni Electone dan Orkes sudah tidak berpenghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Ketua Seniman Musik Sehati (SMS) Kendari, Muhammad Ali, Senin 22 Juni 2020.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada kejelasan izin dari Pemkot Kendari untuk kembali tampil mengisi kegiatan pesta atau acara lainnya. Padahal lanjut dia, beberapa tempat keramaian dan hiburan seperti tempat hibutan malam (THM) karaoke serta pasar telah lama dibuka oleh pemerintah.

“THM dan pasar telah terbuka di Kota Kendari. Kenapa kami sampai saat ini belum mendapatkan izin yang pasti dari pemerintah,” ujarnya.

Jika pemerintah, kata dia belum juga memberikan izin, untuk itu, pihaknya meminta agar ada kompensasi berupa bantuan.

“Intinya kami butuh kepastian, kita juga ini sebagai dampak Covid-19. Jadi kami harus juga diperhatikan sama dengan lainnya terdampak Covid,” jelasnya.

Sementara Ketua Sultra Musik, Roy menerangkan, para pekerja seni sangat bergantung dari penghasilan electone dan orkes.

“Mereka ini kan ada player dan penyanyi, jadi rata-rata penghasilannya dari situ. Sekarang sudah empat bulan tidak ada penghasilan, alias nol,” jelasnya.

Jumlah personel para pekerja seni electone dan orkes, kata dia, mencapai 200 orang lebih yang terdiri dari pelaku usaha electone berjumlah dan orkes belasan di Kota Kendari.

“Kami semua ini minta solusi pada pemerintah, bagaimana caranya kami ini bisa beraktivitas lagi,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...