Tiga Orang Diduga WNA China Terjaring Razia Mahasiswa Kendari

10188
 

Kendari, Inilahsultra.com Sebanyak tiga orang diduga warga negara asing (WNA) asal China terjaring razia mahasiswa di Kendari, Senin 22 Juni 2020.

Mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar demonstrasi di simpang empat Desa Ambaipua Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan atau tepatnya di depan gerbang masuk Bandar Udara (Bandara) Halu Oleo Kendari.

- Advertisement -

Setiap kendaraan yang keluar dari Bandara diperiksa satu persatu oleh massa. Kebetulan salah satu mobil Hilux warna hitam keluar Bandara dan dicurigai memuat tenaga kerja asing (TKA) China.

Setelah ditahan, di mobil itu ada empat orang, tiga diduga WNA China dan satunya warga Indonesia yang memegang kemudi mobil.

Salah satu mahasiswa yang dihubungi wartawan di Kendari, Sulkarnain menyatakan,  satu dari tiga orang diduga WNA China itu memiliki kartu Tanda penduduk (KTP) Indonesia.

“Saya sempat foto KTP-nya. Katanya dia dari Medan dan menikah di Besilutu. Dia fasih Bahasa Indonesia,” kata Sulkarnain.

Sementara satunya lagi memiliki identitas berupa visa dan sedikit pintar berbahasa Indonesia. Sedangkan satunya tidak memiliki identitas termasuk visa dan tak bisa berbahasa Indonesia.

Ketiga orang diduga WNA China ini sempat diturunkan dari mobil dan memperlihatkan identitasnya. Sulkarnain bilang, massa nyaris menghakimi mereka karena salah satunya tidak bisa menunjukkan identitas diri.

“Katanya mereka ini hanya ingin ke Kota Kendari bukan ke Morosi,” jelasnya.

Massa sempat mengabadikan visa salah satu WNA China. (Istimewa)

Karena suasana sudah tidak kondusif dan dikhawatirkan massa melakukan aksi main hakim sendiri, seluruh terduga WNA ini dibawa ke Polsek Ranomeeto yang tak jauh dari persimpangan Bandara.

“Kita minta di Polsek jangan diloloskan jika belum ada identitas lengkapnya,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Ranomeeto Iptu Junaedi saat dihubungi wartawan menyebut, pihaknya telah menerima tiga diduga TKA tersebut.

“Tiga orang ada di Polsek tapi sudah diserahkan ke Imigrasi,” kata Junaedi.

Ia mengaku, di mobil tersebut ada tiga WNA namun satunya sudah masuk sebagai warga negara Indonesia dan tinggal di Kendari.

Untuk pemeriksaan dokumen ketiga orang diduga WNA itu, polisi membawa mereka ke Imigrasi Kelas I Kendari menggunakan mobil patroli.

“Lagi diperiksa dokumennya (di Imigrasi),” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kendari Hajar Aswad menyebut, pihaknya belum menerima TKA tersebut di kantornya. Sebab, bakda Magrib ia meninggalkan kantor tak ada WNA yang dibawa ke kantor yang diampunya.

Namun, ia telah memerintahkan anggotanya untuk mengecek langsung informasi tersebut.

“Selagi tidak ada masalah keimigrasiannya tidak perlu diserahkan ke kami,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Polsek Ranomeeto, kata dia, ketiga orang diduga WNA China itu bukan sebagai pekerja di PT VDNI atau pun OSS.

Meski demikian, lanjut dia, ketiga orang itu akan diperiksa dulu untuk memastikan dokumen mereka masuk Indonesia.

“Jika secara keimigrasian tidak ada masalah ya lepas,” tuturnya.

Penulis : Onno
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...