Tariala : Jalan Raha-Lakapera Dikerjakan 2021

499
 

Kendari, Inilahsultra.com – Maraknya pemblokiran jalan oleh masyarakat yang terjadi di Kabupaten Muna, menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk segera melakukan pengaspalan jalan provinsi Raha-Lakapera.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sultra dapil Muna, Muna Barat dan Butur La Ode Tariala mengatakan, persoalan jalan Raha-Lakapera tetap akan dikerjakan, hanya saja saat ini masyarakat untuk sedikit bersabar.

- Advertisement -

Pasalnya, kata dia, anggaran pengerjaan jalan Raha-Lakapera yang sebelumnya sudah di anggarkan terpotong oleh penanganan Covid-19. Namun, setelah melakukan komunikasi dengan Pemprov Sultra angaran tersebut dikembalikan.

“Kemarin anggarannya ada Rp 8 miliar lebih itu terpotong untuk penanganan Covid. Hanya saja setelah kita komunikasi sama gubernur, karena ini menjadi kepentingan masyarakat yang tidak bisa kita hilangkan. Ternyata hari ini dikembalikan untuk anggaran jalan tersebut,” kata La Ode Tariala, Rabu 24 Juni 2020.

Sedangkan sisanya, kata Anggota Komisi III DPRD Sultra ini menjelaskan, dewan masih menunggu data base Jalan Provinsi Raha-Lakapera yang belum terselesaikan di tahun 2020 ini.

“Sisanya sampe hari ini kita masih minta data jalan provinsi yang belum diselesaikan tahun 2020 ini, tapi Insya-Allah 2021 kita akan perjuangan kan betul. Kalau kita anggarkan di perubahan ini tidak akan maksimal, dan Gubernur berjanji di tahun 2022 semua jalan Provinsi akan diselesaikan sebelum akhir jabatannya,” jelasnya.

Politikus NasDem ini berjanji, akan terus mengawal dan memperjuangkan jalan provinsi Raha-Lakapera, termasuk jalan provinsi yang ada di Kecamatan Lambuya Kabupaten Konawe dan Buton Utara.

“Ini harus menjadi perhatian serius yang tidak bisa di tunda-tunda hanya saja masyarakat untuk bersabar. Harga mati saya yang berasal dari dapil sana Muna, Muna Barat dan Buton Utara apa yang menjadi keresahan masyarakat terkait jalan ini kita perjuangkan,” jelasnya.

Di tahun 2020 ini, anggota Banggar
DPRD Sultra ini menjelaskan, sebenarnya
angaran pengerjaan jalan Provinsi yang ada di Sultra, rata-rata sudah disiapkan hanya akibat pandemi Covid-19 anggaran tersebut dialihkan.

“Kalo diaanggarkan di perubahan tidak akan maksimal, sekarang kita berpikir bagaimana kita tuntaskan satu kali itu barang, dan saya berjanji di tahun 2021 akan berjuang mati matian untuk pengajaran jalan provinsi,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasinya melalui aksi agar tidak berlarut-larut melakukan pemblokiran jalan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Saya harap masyarakat berpikir positif, karena sekarang tidak ada yang bisa kita lakukan, APBD sudah lewat, adanya Covid dan perubahan juga kita kena. Yang kita berjuang ini di tahun 2021,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...