Tiga Orang Diamankan, Disdukcapil Sultra : Satu WNA Asal China Tidak Memiliki KTP

1050
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan klarifikasi terkait Kartu Tanda Penduduk (KTP) tiga orang yang diamankan oleh pendemo penolakan kedatangan 500 TKA asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Senin 22 Juni 2020.

Kepala Disdukcapil Sultra, Ismail Lawasa menjelaskan, setelah melihat beberapa pemberitaan, pihaknya langsung melakukan konfirmasi ke kantor Imigrasi Kendari.

- Advertisement -

Informasi yang didapatkan, lanjut dia, tiga orang yang sekarang sudah diamankan oleh Imigrasi tersebut, dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan satunya Warga Negara Asing (WNA) asal China.

Dua tersebut, atas nama Suwnadi dengan NIK KTP 2171103011880001 yang beralamat di Kota Batam, dan satunya Sumandi dengan NIK 12712004407740001 beralamat di Kota Medan.

“Kedua orang ini telah kami verifikasi dalam SIAK dan data kependudukannya valid atau sesuai dengan KTP-elektorniknya,” jelas Ismail Lawasa saat ditemui di Kantor DPRD Sultra, Rabu 24 Juni 2002.

Sedangkan, orang yang satunya merupakan WNA atas nama Zhang Jianto dari warga negara Tiongkok hanya memiliki paspor untuk melakukan kunjungan ke Kendari.

“Dia ini tidak memiliki KTP-elektornik dan tidak tahu berbahasa Indonesia, sementara dua orang WNA hanya sebagai penerjemah,” jelasnya.

“Jadi. Dari tiga orang yang diamankan masyarakat, hanya satu orang WNA China tidak memiliki KTP-el, sementara duanya memiliki KTP-el yang merupakan WNI,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...