Artha Graha Klaim Kantongi Sertifikat Lahan di Teluk Kendari Melalui Jual Beli

5464
 

Kendari, Inilahsultra.com – Koordinator Sekretariat Artha Graha Group, Umbu HT mengklaim, tanah seluas 4,2 hektare di Teluk Kendari, Kota Kendari sudah diperoleh Artha Graha dari hasil jual beli dengan warga.

Tanah itu juga, kata dia, telah bersertifikat sejak tahun 2003.

- Advertisement -

“Pihak kami saat membeli lahan di kawasan tersebut sudah menjadi empang. Saat itu dibeli dibuktikan dengan dokumen sertifikat, kemudian kami balik nama penguasaannya melalui Badan Petanahan Nasional (BPN) Kota Kendari,” kata Umbu HT di Kantor Sekretariat Artha Graha Kendari, Kamis 25 Juni 2020.

Lanjut Umbu, lahan yang dikuasai oleh Artha Graha Group tersebut saat dibeli dari warga kondisinya sudah terbuka dan menjadi empang. Hingga saat ini di kawasan tersebut di tumbuhi pohon mangrove.

“Dulu di area itu masih empang tidak ada mangrovenya, tapi karena ada kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh mahasiswa dan akhirnya saat ini mangrovenya sudah besar-besar yang dinilai kawasan ruang terbuka hijau (RTH),” jelasnya.

“Kami juga sangat mendukung peduli akan lingkungan dengan tetap menjaga kelestariannya mangrove khususnya di pinggir teluk yang di lahan Artha Graha,” tambahnya.

Umbu mengaku, dulu lahan tersebut akan dijadikan pengembangan usaha bagi pihak PT Arta Graha, tapi karena ada satu dan lain hal sehingga belum dapat diwujudkan.

Rencananya, ke depan akan dibangun sesuatu di daerah tersebut untuk mendukung kegiatan perekonomian Kota Kendari.

“Kami sangat peduli akan lingkungan, bahkan telah menginvestasikan dana besar untuk menjaga kelestarian alam. Jadi tidak mungkinlah kami rambah mangrove, apalagi areal itu sudah jelas menjadi milik Artha Graha,” jelasnya.

Terkait dengan adanya tuduhan-tuduhan merusak mangrove dan ada kongkalingkong dengan pihak tertentu, kata Umbu, pihak Artha Graha tidak pernah melakukan dan merusak lingkungan, karena Artha Graha memiliki niat untuk membangun dan memajukan Kota Kendari.

“Kami tidak pernah merambah hutan mangrove di lahan tersebut, karena
kami itu selalu patuh sama aturan pemerintah,” jelasnya.

Kemudian, terkait ada patok Pemerintah Kota Kendari dan beberapa warga yang ada di samping tanah Artha Graha, kata Umbu, Artha Graha melakukan patok karena untuk mengantisipasi penyerobotan, karena saat ini di lahan mangrove banyak pihak telah mengklaim tanahnya.

“Kalau pun ada patok pemerintah kota dan beberapa warga, nanti ditanyakan langsung kepada pemerintah dan BPN yang lebih jelasnya untuk mengetahui patok-patok tersebut. Kami saat ini diamkan dulu, karena kita tidak mau ribut,” tutupnya

Sebelumnya, DPRD Kota Kendari menyoroti lahan hutan mangrove telah dikuasai dan dirambah oleh warga dan pihak swasta. Salah satu pihak swasta yang mengusai lahan di kawasan itu adalah Artha Graha Kendari.

Sorotan itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik menilai perambahan hutan masuk ranah hukum yakni kejahatan lingkungan dan harus dihentikan.

Penulis : Haerun

Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...