Geliat Pembangunan di Tengah Pandemi

201
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin tak ingin pandemik Virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menghentikan laju perekonomian dan pembangunan di daerah yang dipimpinnya.

Terlihat pada Juni ini, orang nomor satu di Buteng ini intens terjun ke lapangan meninjau langsung berbagai proyek pembangunan di daerah.

- Advertisement -

Seperti pada Rabu 24 Juni 2020, Bupati Buteng, H. Samahuddin bersama rombongan Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra meninjau lokasi pembangunan gerbang perbatasan antara Kabupaten Buteng dan Kabupaten Muna di Desa Lakapera. Gerbang ini mulai digarap tahun ini juga.

Orang nomor satu di Buteng ini terjun langsung ke lokasi untuk memastikan lahan pembangunan tidak ada masalah. Komunikasi dengan warga setempat dibangun intensif dengan pendekatan persuasif.

“Alhamdulillah, tadi saya sudah komunikasi dengan masyarakat. Untuk lahan tidak ada masalah lagi, yang terpenting permintaan masyarakat untuk dibuatkan drainase terpenuhi,” kata H. Samhuddin di lokasi peninjauan.

Atas pembangunan gerbang ini, H. Samahuddin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sultra yang telah memberikan perhatian untuk pembangunan Buteng yang berkah ini.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra, Fahri Yamsul menambahkan, pembangunan gerbang Buteng-Muna ini rencana dibangun dua tahap. Pengerjaannya hampir sama dengan gerbang yang ada di Desa One Waara.

“Modelnya hampir sama. Untuk pembangunannya kita sudah siap, malah kita sudah kontrak. Makanya kita minta tolong pak bupati, begitu clear persoalan lahan, biar besok sudah bisa kita action,” katanya.

Fahri menjelaskan, anggaran tahap pertama senilai Rp 1 miliar. Sedang tahap kedua akan diusahakan dianggarkan di APBD 2020 perubahan.

“Kalau tidak bisa, maka akan dianggarkan di APBD 2021,” katanya.

Untuk luas lahan, tambah Fahri, diperlukan lebar 22,5 meter dengan dua lajur jalan. Bila ingin ditambahkan landscap dan lighting agar lebih indah maka butuh lahan dengan lebar 30 meter.

Garap Jalan Simpang Lima Labungkari Menuju Kawasan Perkantoran

Bupati Buteng H Samahuddin saat meninjau lokasi pembangunan Simpan Lima Labungkari.

Jalan Simpang Lima Labungkari menuju kawasan perkantoran juga tak luput dari pantauan Bupati Buteng, H. Samahuddin. Bahkan untuk kawasan ini, bupati definitif pertama di Buteng ini cukup intens memantau langsung di lapangan.

Pembukaan jalan menuju kawasan perkantoran ini merupakan jalur jalan kelima dari bundaran Labungkari. Jalur jalan ini akan menjadi urat nadi perkantoran pemerintahan Buteng kedepan.

“Akses masuk dari bundaran Simpang Lima Labungkari menuju kawasan perkantoran mulai kita buka dan dikerjakan sejak 30 Mei 2020. Jalan tersebut, merupakan simpangan kelima Labungkari dari bundaran ini,” kata H. Samahuddin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buteng, Ir Maiynu menargetkan, pekerjaan pembukaan jalan dari Simpang Lima Labungkari menuju perkantoran rampung dalam tiga bulan atau pada September mendatang.

Akses jalan tersebut akan dibuka sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar jalan mencapai 15 meter.

“Untuk katingan didepan berjarak 150 meter dengan lebar 20 meter, sisanya hanya pembukaan jalan baru saja,” jelasnya.

Pekerjaan pembukaan jalan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buteng 2020 senilai kurang lebih Rp 1 miliar. Sebab pekerjaan hanya berupa pembukaan jalan baru.

Bangun Kawasan Pelabuhan Kontainer

Bupati Buteng H. Samahuddin saat meninjau lokasi pembangunan Pelabuhan Kontainer.

Kawasan pelabuhan kontainer di Desa One Waara, Kecamatan Lakudo juga terus digenjot Bupati Buteng, H. Samahuddin. Akses jalan menuju kawasan itu saat ini terus ditingkatkan.

Rencananya, jalan ini akan menghubungkan Pelabuhan Wamengkoli, pelabuhan kontainer dan pintu gerbang Buton Tengah.

“Saat ini baru proses pembukaan jalan baru menuju persiapan pelabuhan kontainer kedepan. Pekerjaannya sudah dalam proses,” katanya.

Kata dia, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD 2020. Tahap pembukaan jalan disiapkan anggaran kurang lebih Rp 4 miliar.

H. Samahuddin menjelaskan, jalan menuju pelabuhan kontainer ini akan dibuka dengan lebar 15 meter. Jalan akan dibuat dalam dua lajur.

“Tahun ini Insya Allah sudah jadi, tapi belum langsung diaspal melainkan masih dalam bentuk pengerasan,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap hadirnya akses jalan ini akan memudahkan distribusi logistik kedepan. Terlebih bisa digunakan masyarakat sebagai jalur transportasi umum. (adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...