Sopir Truk di Mubar Keluhkan Restribusi yang Dilakukan Kades Sawerigadi

270
 

Laworo, Inilahsultra-com-Sopir truk yang memuat timbunan untuk pembangunan RSUD Muna Barat (Mubar), mengeluhkan restribusi oleh kepala Desa Sawerigadi, Kecamatan Barangka.

Mobil truk yang memuat timbunan untuk hamparan pengerasan di pelataran RSUD Mubar itu ditaksir sebanyak 50 unit yang tiap harinya beroperasi.

- Advertisement -

Para sopir itu truk itu dimintai biaya retribusi sebesar Rp 1000 hingga Rp 1500 per ret.

Salah satu sopir truk, Hafis mengaku, retribusi itu yang diambil dari harga per retnya masing-masing kendaraan sangat berat. Harusnya, kata dia retribusi dipungut ke perusahaan.

“Tidak tau juga kenapa kepala desa ambil retribusi sama kita. Harusnya sama pihak perusahaan. Bayangkan saja mobil yang mengantri muat timbunan 50- an lebih, kita dipotong Rp 1500 per ret,” kata Hafis saat ditemui di tempat galian batu kapur, belum lama ini.

Sopir truk lainnya, David sangat menyesalkan dengan adanya tarikan retribusi itu. Menurutnya, pemerintah desa setempat mengambil keuntungan tak berdasar.

Pihak perusahaan sendiri memberikan ongkos sebesar Rp 140.000. Mereka gajian tiap Minggu, namun tidak sepenuhnya full atau sudah terpotong.

“Kesal juga kita. Pas gajian langsung dipotong. Ini juga kita mengantri untung-untungan kita dapat 3 ret per hari. tidak bisa toh pak desa begitu,” kesal David.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sawerigadi, Laode Ntawaka membenarkan terkait tarikan retribusi itu. Tetapi, tidak melalui para sopir. Tarikan retribusi itu melalui pihak perusahaan langsung kepada pengawas lapangan.

“Ia ada memang retribusi. Tapi kita melalui pengawasnya. Kita tidak tau kalau itu retribusi dipotong dari para sopir, yang jelasnya saat itu hasil kesepakatan dari pengawas pekerjaan untuk retribusi Rp 1.500,” terang dia.

Reporter : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...