Danlanud Larang Wartawan Liputan TKA China di Bandara karena Takut Ditunggangi Teroris

878
 

Kendari, Inilahsultra.com – Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Muzafar melarang wartawan meliput di Bandara Haluoleo karena khawatir awak media ditunggangi teroris.

Menurut Muzafar, dirinya punya kewenangan untuk menentukan siapa saja yang dibolehkan masuk di Bandara Haluoleo. Sebab, kata dia, bandara merupakan bagian dari instansi militer yang dikuasai TNI Angkatan Udara.

- Advertisement -

“Instansi militer itu ada gudang senjata. Siapa yang bertanggung jawab kalau ada apa-apa,” katanya di gedung DPRD Sultra, Senin 6 Juli 2020.

Ia juga mengaku, soal pelarangan wartawan, dirinya punya kewenangan menghitung risiko saat masuknya awak media di bandara di tengah demonstrasi TKA China.

“Saya tidak mau ambil risiko, mas-mas wartawan ini ditunggangi teroris,” katanya.

Ia mengaku, pada gelombang pertama kedatangan TKA China, dirinya sudah memberikan kesempatan kepada wartawan untuk masuk liputan. Namun tidak pada gelombang kedua saat kedatangan 105 TKA.

“Saya lihat intensitas (demo) kaya gitu, saya tidak mau ambil risiko.  Siapa nanti yang bertanggung jawab. Saya. Kalau cuman saya dicopot, nggak apa-apa. Kalau TNT diambil dan diledakin di sini, siapa yang mau bertanggung jawab,” katanya.

Ia mengaku, tidak bisa mengontrol banyaknya wartawan yang masuk di bandara. Sementara di area bandara banyak fasilitas militer.

“Intinya saya tidak mau ambil risiko,” katanya.

Muzafar mengaku, pelarangan terhadap jurnalis masuk bandara saat kedatangan TKA China berdasarkan pertimbangan staf intelijennya.

“Saya harus fair. Kalau satu masuk, harus semuanya dikasi masuk. Saya punya staf diberikan saran kepada saya untuk tidak diberikan izin dulu,” tuturnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...