Persatuan Vendor dan WO Baubau Minta Resepsi Kembali Diizinkan

682
 

Baubau, Inilahsultra.com – Persatuan Vendor dan Wedding Organizer (WO) di Kota Baubau menggelar simulasi resepsi pernikahan dengan menggunakan standar protokol Covid-19 di Gedung Pancasila, Senin 6 Juli 2020.

Simulasi ini bertujuan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau memberikan izin sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) resepsi pernikahan ditengah pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Ketua Persatuan Vendor dan WO Kota Baubau, Wisni Saidu berharap, Pemkot Baubau bisa memberikan restu usai melihat simulasi pernikahan yang tetap mengedepankan protokol Covid-19.

Pasalnya, vendor pernikahan di Baubau juga terkena dampak dari pandemi virus Corona yang mengakibatkan usahanya lumpuh dan layu.

“Banyak kewajiban yang harus kami penuhi. Mulai dari gaji karyawan, bayar pajak dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Baubau, AS Tamrin usai melihat simulasi dan mendengar harapan para vendor dan WO yang meminta agar kran resepsi dibuka, langsung memberikan angin segar terkait pelaksanaan resepsi pernikahan ditengah pandemi.

“Saya buka. Tapi saya minta masyarakat harus disiplin dan taat pada protokol Covid-19,” tuturnya.

Kendati begitu, Wali Kota dua periode ini belum langsung memberikan izin untuk pelaksanaan resepsi di Kota Baubau segera dilaksanakan.

“Kita kaji dulu bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, terkait izinnya apakah harus ada surat permohonan dan kesanggupan serta tanggungjawab semua panitia, karena kita tidak ingin kejadian seperti di Bogor,” tukas Ketua Gugus Tugas Covid-19 Baubau ini.

Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif panitia mengadakan simulasi resepsi pernikahan.

“Tentu ada beberapa hal yang harus di evaluasi, dengan maksud dan tujuan agar protokol kesehatan itu bisa diterapkan secara optimal dalam setiap kegiatan jamuan pernikahan,” pungkas Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Baubau ini.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...