BPJN: PT Jhonlin Tidak Miliki Izin Gunakan Jalan Nasional

3258
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Kendari Zulkarnaini menyebut, kendaraan operasional PT  Jhonlin yang memuat gula rafinasi dari Pelabuhan Nusantara Kendari ke Bombana tidak mengantongi izin menggunakan jalan nasional, provinsi atau pun jalan kabupaten.

“Belum ada izin, karena PT Jhonlin sama sekali belum ada sesentipun kertas yang masuk di Balai Jalan untuk meminta izin perlintasan,” kata Zulkarnaini ditemui usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 7 Juli 2020.

- Advertisement -

Berdasarkan monitoring Balai Pelaksana Jalan, kata Zulkarnaini, mulai dari Pelabuhan Bungkutoko Kendari menuju Pelabuhan Paria di Kabupaten Bombana menimbulkan kerusakan jalan yang cukup parah.

“Kami sudah turun lapangan, ditemukan jalan yang dilalui oleh PT Jhonlin dengan kendaraan triks dumping banyak jalan yang rusak,” jelasnya.

Aktivitas mobilisasi angkutan PT Jhonlin, kata dia, yang menggunakan jalan umum, baik itu jalan nasional, provinsi dan kabupaten sudah tidak seperti kondisi jalan sebelum mobil PT Jhonlin beroperasi.

“Akibat dari aktivitas mereka jalan yang menjadi kewenangan nasional sepanjang 153,910 kilometer rusak,” jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada PT Jhonlin setelah ada aspirasi masyarakat yang masuk di Balai Jalan Nasional Kendari.

“Kita sudah melayangkan surat teguran pada tanggal 30 Juni kemarin. Kami surati untuk melarang sementara aktivitas pengangkutan PT Jhonlin. Tapi kami tidak punya kewenangan untuk memberhentikan, yang memiliki kewenangan untuk melarang Balai Transportasi Darat dan Lalu Lintas,” jelasnya.

Ia menambahkan, harusnya armada PT Jhonlin yang digunakan tidak over kapasitas melalui jalan nasional, provinsi, kabupaten dan kota.

“Harus ada pengawasan terhadap mobil-mobil PT Jhonlin dari penegak hukum di lapangan pada saat melintasi jalan nasional, provinsi, kabupaten dan kota,” tutupnya.

Sementara dikonfirmasi kepada Publik Relations PT Jhonlin Batu Mandiri, Sahral mengatakan, izin dispensasi penggunaan ruang dan manfaat jalan diatur didalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-bagian Jalan.

Lanjut dia, di dalam pasal 3 huruf b menyebutkan bahwa penggunaan ruang manfaat jalan yang memerlukan perlakuan khusus terhadap konstruksi jalan dan jembatan berupa muatan dan kendaraan dengan dimensi muatan sumbu terberat atau beban total melebihi standar.

Kemudian di dalam pasal 4 ayat 2 menyebutkan penggunaan ruang manfaat jalan yang memerlukan perlakuan khusus terhadap konstruksi jalan dan jembatan sebagaimana dimaksud di dalam pasal 3 huruf b wajib memperoleh dispensasi dari penyelenggara jalan sesuai dengan kewenangannya.

“Jika merujuk pada peraturan tersebut, maka kewajiban untuk memperoleh dispensasi dari penyelenggara jalan dibebankan kepada pengguna ruang dan manfaat jalan, tidak dibebankan kepada pengguna jasa,” kata Sahral saat dikonfirmasi pesan WhatsApp, Rabu 8 Juli 2020.

Untuk itu, lanjut dia, bahwa  pengangkutan raw sugar milik PT. Jhonlin dari pelabuhan Bungkutoko menuju pabrik gula PAG di Bombana dilaksanakan atau dilakukan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Ini menjukkan bahwa ruang dan manfaat jalan sebagaimana yang dimaksud digunakan oleh perusahaan bongkar muat sebagai penyedia jasa.

“Oleh karena itu beban dan tanggung jawab dalam pengurusan izin dispensasi penggunaan jalan dibebankan kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) selaku pengguna ruang dan manfaat jalan dan tidak dibebankan kepada PT Jhonlin selaku pengguna jasa,” tutupnya.

Untuk diktehui, DPRD Provinsi Sultra  melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa 7 Juli kemarin terkait aktivitas pengangkut gula milik PT Jhonlin diduga telah merusak jalan nasional, provinsi kabupaten dan kota. Tapi pihak PT Jhonlin tidak hadir dan akhirnya RDP tersebut ditunda sampai batas waktu yang ditentukan.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...