Dinas Pendidikan Klaim Ada Oknum Bermain Jual Beli Buku di SD N 84 Kota Kendari

1053
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas masalah dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok jual beli buku di Sekolah Dasar (SD) Negeri 84 Kota Kendari.

Dalam rapat dipimpin Ketua Komisi Ill DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, didampingi Wakil Ketua DPRD LM Inarto, La Yuli, Fadli Bafadal, turut dihadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Sartini Sarita dan Kepala SDN 84 Kota Kendari Asfitria, Selasa 14 Juli 2020.

- Advertisement -

Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah SDN 84 Kendari Asfitria mengungkapkan, pihaknya tidak pernah membebankan atau meminta orang tua siswa membeli buku di sekolah.

“Informasi ini kita sendiri baru tahu dan itu membuat kita kaget, karena selama ini kalau memang buku tidak cukup untuk setiap siswa, maka kami akan pinjamkan kepada siswa melalui gurunya langsung,” jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, untuk buku di sekolah tidak mencukupi semua siswa, dengan begitu orang tua siswa berkeinginan untuk memiliki buku agar anaknya tidak ketinggalan mata pelajaran.

“Kami sampaikan stok buku di sekolah tidak cukup. Untuk itu, orang tua siswa membeli buku di luar karena kemuauannya sendiri bukan dari kemauan dan arahan dari pihak sekolah,” jelasnya.

Ia menyebut, ada pihak penerbit yang datang menawarkan buku di dalam bentuk brosur, tapi tidak ada kerjasama dengan pihak sekolah.

“Kemarin saya baru disampaikan brosurnya. Saya sampaikan kepada orang tua siswa langsung ke penerbit kalau mau beli buku jangan melalui sekolah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dikmudora Kota Kendari, Sartini Sarita menegaskan, tidak ada jual beli buku di sekolah dalam bentuk apapun dan tidak diwajibkan orang tua beli buku. Kalau pun ada, lanjut dia, berarti ada oknum yang memanfaatkan.

“Saya rasa ada oknum yang coba-coba bermain, karena memang sekarang tidak ada lagi penjualan buku di sekolah, termasuk foto copy. Seharusnya siswa memiliki 1 buku dan kalau tidak cukup maka diadakan kembali oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Pasalnya, kata dia, 20 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukan membeli buku paket yang dapat dipinjam oleh para siswa.

“Sekolah penerima dana BOS wajib membeli buku untuk anak-anak. Kalau masih kurang, di tahun berikutnya dapat dibelikan lagi buku paket hingga semua peserta didik bisa pinjam buku untuk setiap siswa,” jelasnya.

Sartini Sarita pun mempersilahkan kepada orang tua siswa kalau ada yang keberatan untuk melapor ke pihak berwajib agar diproses hukum.

“Kalau ada yang melapor di polisi silakan, karena ranahnya aparat penegak hukum dan kami lepas tangan. Tapi kalau oknumnya dari kalangan oknum guru PNS selain proses hukum, juga akan mendapat sanksi sesuai aturan yang berlaku sebagai ASN dari Pemkot Kendari,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi III, LM Rajab Jinik mengatakan, RDP hari ini untuk mencari solusi dan menyelesaikan dugaan pungli dalam bentuk jual beli buku di SDN 84 Kota Kendari.

“Di sini kita mencari solusi bukan untuk mencari yang salah dan mencari yang benar. Pada intinya kita kalau ini benar, mari kita perbaiki sama-sama dan jangan terulang lagi,” jelasnya.

Anggota Frakai Golkar ini mengungkapkan, sebenarnya semua sekolah baik SD dan SMP negeri melakukan hal yang sama penjualan buku di sekolah, bukan hanya terjadi di SDN 84 Kota Kendari.

“Sesuai apa yang dijelaskan ibu Kadis bahwa semua sekolah baik SD dan SMP negeri tadi tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apapun. Apalagi siswa dibebankan untuk membayar buku di sekolah,” ungkapnya.

Terkait oknum, Rajab Jinik meminta kepada sekolah dan dinas ikut mengusut siapa oknum yang diduga melakukan hal tersebut, karena perbuatan yang dilakukan oknum ini dianggap sudah mencoreng nama baik sekolah dan lembaga pemerintah di Kota Kendari.

“Persoalan ini kami minta agar bisa diselesaikan dan tidak terulang lagi. Tapi kalau ada oknum bermain harus diproses hukum dan diusut tuntas supaya ada efek jera. Dan ini menjadi contoh sekolah lain agar tidak bermain-main dengan persoalan seperti ini,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...