Demi Keselamatan Siswa, Dikbud Sultra Belum Izinkan Belajar di Sekolah Meski Zona Hijau

839
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) menyambut tahun ajaran baru 2020-2021 di tengah pandemi Covid-19.

Ajaran baru dijadwalkan dimulai 13 Juli 2020. Bagi daerah yang masuk zona hijau, diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sementara bagi daerah zona kuning dan merah belum bisa diperbolehkan.

- Advertisement -

Untuk memastikan kesiapan itu, Dikbud Sultra telah turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi persiapan sekolah.

Namun berdasarkan laporan hasil pemantuan dari para pengawas, hanya Kabupaten Konawe Kepulauan yang berstatus zona hijau sejak pandemi melanda Bumi Anoa.

“Setelah kita melakukan pemantuan dan verifikasi di lapangan hasil dari laporan pengawas. Kita sementara menyiapkan protokol kesehatan untuk mendukung proses pembelajaran di lingkungan pendidikan,” kata Plt Kepala Dikbud Sultra, Jumat 10 Juli 2020.

Asrun Lio menyebut, berdasarkan pantauan lapangan, persiapan protokol kesehatan di lingkungan pendidikan belum merata.

Demi keselamatan siswa, Dikbud Sultra belum izinkan belajar di sekolah meski zona hijau. (Dok Gugus Tugas Covid-19 Sultra)

“Sekolah-sekolah ini belum merata fasilitas protokol kesehatan untuk belajar tatap muka dengan guru di sekolah. Meskipun sekolah-sekolah ini berada zona hijau tidak izinkan karena kita berpedoman pada kesehatan dan keselamatan peserta didik paling utama,” ujarnya.

Untuk sementara, kata dia, proses belajar masih dilakukan secara online atau daring dan luring sambil menunggu kesiapan sekolah sudah maksimal.

“Bagi siswa yang tidak bisa mengakses jaringan, maka harus mengambil modul yang disiapkan sekolah,” jelasnya.

Hal lain yang turut menjadi pertimbangan belum membolehkan dilakukan belajar tatap muka adalah siswa yang dari rumah ke sekolah menggunakan kendaraan umum.

Menurutnya, tempat semacam itu dinilai bisa menjadi sumber penularan virus corona yang menginfeksi rekan-rekannya termasuk keluarganya di rumah.

“Tapi kalau steril semua mulai dari kendaraan, sekolah selalu disemprot disinfektan, maka kita bisa jamin bahwa virus corona di wilayah itu tidak ada dan belajar tatap muka di sekolah diizinkan,” katanya.

Asrun menuturkan, hampir semua sekolah memiliki standar-standar mencukupi protokol kesehatan di institusi pendidikan. Akan tetapi kasus Covid di Sultra cukup tinggi, maka Gubernur Sultra Ali Mazi memerintahkan jangan dulu dibuka proses belajar di sekolah.

Gubernur Sultra Ali Mazi menyerahkan secara simbolik alat cuci tangan untuk seluruh sekolah SMA sederajat di Sultra kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Asrun Lio. (Istimewa)

“Pembelajaran tetap berjalan, tetapi proses belajar tatap muka untuk sementara waktu belum bisa dilakukan sampai dengan adanya izin dari Gugus Tugas bahwa sekolah tersebut sudah steril dari Covid,” jelasnya.

Asrun menyebut, pada awal masuk sekolah nanti, akan didahului dengan pengenalan sekolah terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan virus corona di lingkungan sekolah.

“Dengan cara ini siswa baru bisa mengenal siapa gurunya, lingkungan sekolahnya dan tidak perlu berkumpul pada satu titik untuk mencegah penularan Covid” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...