Siswa SD dan SMP di Wakatobi Masih Terapkan Belajar Jarak Jauh

726
 

Wakatobi, Inilahsultra.com – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, siswa SD dan SMP di Kabupaten Wakatobi masih menerapkan proses belajar jarak jauh (Online). Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi belum menerima kondisi zona dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Dikbud Aliwangi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memperbolehkan sekolah untuk melakukan proses belajar mengajar tatap muka. Pasalnya, proses belajar tatap muka hanya dibolehkan bagi daerah yang masuk zona hijau serta mendapatkan izin dari pemerintah setempat.

- Advertisement -

“Kami belum memperbolehkan sekolah melakukan proses belajar mengajar tatap muka,” ungkapnnya, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu 15 Juli 2020.

Menurut dia, 99 persen sekolah di Kabupaten Wakatobi siap menghadapi proses belajar tatap muka. Seluruh sekolah telah menyiapkan alat pelindung diri berupa masker, pengatur suhu tubuh, dan cuci tangan.

“Kelengkapan APD di sekolah yang ada di Wakatobi 99 persen sudah terpenuhi. Tinggal menunggu saja surat edaran dari pemerintah untuk melakukan proses belajar mengajar tatap muka,” jelasnya.

Kata dia, siswa yang melakukan proses belajar tatap muka saat ini hanya kelas I SD dan Kelas VII SMP. Hal ini dilakukan agar guru-guru dapat melakukan pendataan terhadap keadaan dan kesiapan setiap siswa yang mendaftar di sekolahnya masing-masing. Sehingga sekolah siap menghadapi proses belajar mengajar jarak jauh.

“Harus ada pendataan dari pihak sekolah terhadap kondisi dan keadaan siswa baru di sekolahnya. Mengenai kesiapanya dalam melakukan proses belajar jarak jauh nantinya,” tutup Aliwangi.

Diketahui, ada empat kategori yang diperbolehkan balajar tatap muka saat ini. Yakni, masuk zona hijau penyebaran Covid-19, mengantongi surat edaran pemerintah setempat, memiliki kelengkapan alat pelindung diri di setiap sekolah, dan mengantongi izin dari orang tua siswa.

Reporter: La Ode Samsuddin

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...