Herry Asiku Tak Soal Banyak Pengurusnya di Golkar “Kutu Loncat”

1055
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Herry Asiku membantah komposisi pengurus disebut “Kutu Loncat” yang masuk dalam struktur Partai Golkar Sultra yang direkrut dari luar kader partai.

“Pengurus partai lain tiba-tiba masuk di partai kita kalau disebut istilah kutu loncat itu tidak tepat. Siapa pun pemimpin di partai pasti melihat figurnya yang bisa memajukan partai,” kata Herry Asiku, Kamis 16 Juli 2020.

- Advertisement -

Herry Asiku menjelaskan, seperti Nurfathalib yang sudah bergabung dengan Partai Golkar sebelumnya politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ahmad Yani Muluk yang sebelumnya kader Partai Gerindra kini sudah bergabung dengan Partai Golkar.

Kemudian, Hj Mashura Ila Ladamai yang pernah menjabat Wakil Bupati Bombana sebelumnya dari Partai Amanat Nasional (PAN) kemudian berlabuh ke Partai Bulan Bintang (PBB) saat maju sebagai calon legislatif 2019 lalu sudah bergabung dengan Partai Golkar dan dr Asrum Tombili sebelumnya dari Partai Berkarya telah bergabung juga dengan Partai Golkar.

“Mereka ini ada yang menjadi ada yang menduduki jabatan wakil-wakil di pengurus. Saya tidak hafal betul tapi sudah masuk dalam pengurus Golkar, karena kita nilai mereka bia membesarkan partai Golkar di Sultra,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sultra ini menjelaskan, Partai Golkar merupakan partai terbuka dan siapapun yang mau bergabung dengan partai berlambang pohon beringin dipersilakan.

“Mereka sudah keluar dari partainya masing-masing dan saat ini sudah menjadi kader Golkar. Mereka sudah ada juga SK-nya menjadi pengurus DPD I Golkar Sultra,” ujarnya.

Herry Asiku mengungkapkan, pengurus-pengurus sebelumnya di DPD I Golkar Sultra dianggap tidak lagi serius berpartai karena pada saat dipanggil rapat tidak hadir.

“Satu dua kali mungkin tidak ikut rapat kita masih tolerir, tapi kalau sudah 10 kali tidak hadir berarti tidak serius urus Golkar dan kalau tidak serius minggir. Maka kita ganti dengan orang-orang yang dianggap bisa membesarkan partai,” jelasnya.

Apakah keputusan ini tidak akan menimbulkan konflik di internal Golkar di Sultra, kata Herry Asiku, di mana-mana dalam organisasi, apalagi di partai pasti terjadi gesekan ketika ada perombakan pengurus, karena ada hal-hal sarat kepentingan di dalamnya.

“Perombakan pengurus pasti ada gesekan di dalam, tapi kita lakukan ini demi membesarkan partai. Tapi kita harapkan ini bisa diterima dengan baik oleh kader partai, karena kita lakukan semata-mata memajukan partai bukan untuk kepentingan pribadi kita,” tutupnya.

Sebelumnya, salah seorang kader Golkar menganggap perekrutan pengurus DPD I Partai Golkar Sultra sebagai kutu loncat karena dari luar kader Golkar.

Menurutnya, Partai Golkar Sultra dengan komposisi pengurus baru dari non kader Golkar tidak akan membesarkan Partai Golkar. Keputusan ini, kata dia akan menjadi polemik bahkan bisa terjdi konflik di internal.

“Kader Golkar saat ini banyak menjadi wakil rakyat di parlemen justru tidak masuk dalam pengurus DPD I Golkar Sultra dan ini akan memicuh persoalan di internal Golkar Sultra,” jelas salah satu narasumber yang namanya dirahasiakan.

Untuk itu, ia meminta Ketua DPD I Golkar Sultra bersama tim penyusun komposisi pengurus untuk mengakomodir dan mengutamakan kader Golkar bukan non kader yang belum lama bergabung.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...