Kasus PT Panca Logam Makmur Mulai Bergulir di Polda Sultra

943
 

Kendari, Inilahsultra.com – Aduan PT Ayuta Mitra Sentosa salah satu pemilik saham PT Panca Logam Makmur (PLM) mulai bergulir di Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Laporan itu terkait dugaan tindak pidana bidang pertambangan minerba.

- Advertisement -

Dir Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari salah satu pemilik saham perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Bombana.

“Benar kami baru menerima aduan soal kasus PT PLM hari ini. Soal perdata ini ada yang saling melapor, tetapi nanti kita lihat prosesnya lebih lanjut. Apakah ini perdata atau pidana,” kata Kombes Pol Heri Tri Maryadi, Senin 20 Juli 2020.

Sebelumnya, aduan dilayangkan 16 Juli 2020, diterima oleh Briptu Ryan Taufani Octavian dengan jabatan Ba Dit Reskrimsus Polda Sultra. Adapun pengadu atas nama Rizqi Mualif SH selaku kuasa hukum PT Ayuta Mitra Sentosa yang beralamat di Kompleks Mangasa Permai Blok T Nomor 2 Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini, Kota Makasar, Sulawesi Selatan.

Komisaris Utama PT Ayuta Mitra Sentosa H. Adi Warman mengatakan, PT Panca Logam Makmur telah melakukan aktivitas pertambangan diduga tidak memiliki perpanjangan izin pada selang waktu 2015-2019 kemarin.

“Pada tahun 2015-2019 tidak memiliki perpanjangan izin, tapi tetap melakukan aktivitas pertambangan. Kita anggap merugikan negara dan merusak lingkungan, sehingga kami mengadu ke Polda Sultra,” kata H Adi Warman belum lama ini saat ditemui di Kendari.

Pihak PT Ayuta Mitra Sentosa, kata Adi Warman, aduan di Polda Sultra juga dilayangkan untuk Kepala Dinas Penanamam Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sultra di Polda Sultra, karena menerbitkan perpanjangan izin tidak sesuai prosedur atau cacat hukum.

“Kepala Dinas PTSP menyalahi aturan perpanjangan izin. Harusnya perpanjangan dikeluarkan selama 14 hari terhitung sejak pengajuan perpanjangan izin. Tapi selama 2015-2019 tidak ada dan Dinas PTSP baru mengeluarkan perpanjangan izin di awal tahun 2020,” jelasnya.

Dengan adanya aduan di Polda Sultra, Adi Warman berharap, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan penyidikan, karena izinnya tidak bersyarat lagi. Sehingga mengakibatkan kerugian negara dan merusak lingkungan.

“Kepolisian juga harus secepatnya melakukan proses penyelidikan terhadap PT Panca Logam Makmur waktu beroperasi tidak memiliki, karena sudah merugikan negara dan merusak lingkungan,” jelasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...