PKB Sultra Distribusi Obat dan Logistik untuk Korban Banjir Konawe

486
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendistribusikan logistik dan obat-obatan kepada warga korban banjir di Kabupaten Konawe.

Logistik berupa sembako dan obat-obatan ini didistribusikan ke Pondok Pesantren Al Muhajirin di Desa Ahuawatu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe Provinsi Sultra.

- Advertisement -

Selain itu, logistik juga diberikan kepada beberapa warga yang turut menerima dampak bencana tahunan ini.

“Ini merupakan aksi kemanusian kita dari seluruh pengurus DPW PKB Sultra,” ungkap Ketua DPW PKB Sultra Jaelani, Selasa 21 Juli 2020.

Pria yang akrab disapa Bang Jay ini mengaku, banjir di Kabupaten Konawe setiap tahun terjadi di kala musim hujan tiba.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat berkoordinasi dalam upaya penanggulangan bencana tersebut.

“Banjir di Konawe ini selalu berulang setiap tahun. Kita harap jangan terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah perlu mencari akar masalah penyebab bencana banjir yang terjadi di daratan Konawe ini.

Sebab, lanjut dia, banjir tidak hanya dipicu hujan deras yang mengguyur beberapa hari daerah tersebut.

“Perlu dilihat seperti apa tata kelola lingkungan dan faktor lainnya. Tentu ini perlu didudukan bersama seluruh stakeholder,” imbuhnya.

Jaelani menuturkan, berdasarkan pantauannya langsung di lokasi banjir, banyak warga mengungsi dan meninggalkan rumahnya yang tergenang banjir.

“Banjir ini sudah pasti sangat merugikan masyarakat. Untuk itu, saya mendorong agar perlu dilakukan evaluasi terhadap penanggulangan bencana banjir,” tuturnya.

Tercatat banjir terjadi di 16 kecamatan di daerah yang diampu Kery Syaiful Konggoasa itu.

Yakni, Kecamatan Pondidaha, Wangeduku, Lambuya, Tongauna Utara, Abuki, Bondoala, Puriala, Tongauna, Pandangguni, Anggaberi, Routa, Anggotoa, Kapoiala, Sampara, Amonggedo dan Wawotobi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe seperti diterima Inilahsultra.com mencatat, banjir telah menggenangi 1.450 rumah di 16 kecamatan dengan ketinggian banjir bervariasi antara satu hingga empat meter.

“Jumlah pengungsi sebanyak 4.422 jiwa,” tulis data BPBD Konawe melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Heryanto Pagala.

Daerah paling terparah yang tergenang banjir adalah Desa Laloika dan Wonua Monapa Kecamatan Pondidaha serta Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya.

Banjir ini juga turut memutus akses jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan. Yakni, di Desa Aleuti, Kecamatan Padangguni dan Desa Lalomerui, Kecamatan Routa. Kedua daerah ini dinyatakan terisolir akibat bencana ini.

Banjir juga turut membuat 10 unit masjid, 52 pura dan enam sekolah dasar turut tergenang dan tidak berfungsi. Selain itu, ada empat unit sekolah menengah pertama (SMP) turut tergenang termasuk 17.800 lahan pertanian dan perikanan tenggelam.

Banjir di Kabupaten Konawe ini diakibatkan meluapnya sungai Konaweeha dan Sungai Lahambuti akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...