Pasang Tarif Paling Murah, Maxim Tegaskan Pihaknya Masih Ikuti Aturan

3081
 

Kendari, Inilahsultra.com – Beberapa kelompok pengemudi beranggapan bahwa tarif yang dipasang oleh Maxim untuk layanan Food & Shop dan Delivery terlalu murah.

Anggapan tersebut kemudian ditindaklanjuti sebagai protes, karena mereka menilai, tarif tersebut tidak mengikuti aturan tarif yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dengan merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan No KP 348 Tahun 2019 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

- Advertisement -

Namun, menurut Spesialis Hubungan Masyarakat Layanan Maxim Havara Evidanika ZF, KP 348/2019 lahir dengan payung hukum Peraturan Menteri No 12/2019 tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

“Pada prinsipnya, PM 12/2019 ini mengatur tentang angkutan kendaraan roda dua berbasis aplikasi untuk transportasi orang. Dimana aspek “penumpang” didefinisikan sebagai orang yang berada di sepeda motor selain pengemudi,” jelasnya dalam rilis yang diterima Inilahsultra.com.

Lebih lanjut, kata dia, dalam lampiran I KP 348/2019 terhadap pedoman perhitungan biaya jasa juga menggunakan komponen biaya langsung berupa asuransi penumpang. Sehingga kesimpulannya, menurut Maxim perhitungan tarif atas, tarif bawah dan tarif jasa minimal yang tercantum dalam KP 348/2019 adalah untuk Transportasi Orang.

Maxim sebagai perusahaan transportasi online menghargai dan menghormati kewenangan Dinas Perhubungan dalam melakukan pengawasan. Namun demikian, apabila dikaitkan dengan permintaan penyesuaian tarif angkutan barang berdasarkan KP 348/2019, menurut Maxim hal tersebut perlu dikaji ulang di tingkat Pusat yakni Kementerian Perhubungan.

Hal ini disebabkan karena ketentuan harga yang ditetapkan oleh pemerintah ini mengacu pada jasa pengangkutan orang. Diperjelas pula oleh Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 7 ayat (1) Huruf a. dalam PM 12/2019 bahwa “pengemudi memberikan pelayanan kepada Penumpang menuju titik tujuan sesuai dengan kesepakatan antara pengemudi dan penumpang.”

“Sehingga, dapat disimpulkan layanan Food & Shop dan Delivery yang notabene bukan mengangkut penumpang orang, penetapan tarifnya tidak mengacu pada aturan tersebut,” katanya.

Dalam hal ini, tambah dia, Maxim menegaskan bahwa pihaknya masih mengikuti aturan persyaratan tekhnis yang berlaku pada layanannya merujuk pada Pasal 10 ayat (4) Peraturan Pemerintah No 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan. Maxim meyakini bahwa tarif yang ditetapkan untuk layanan Food & Shop dan Delivery di Kendari tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Maxim akan terus berusaha untuk menjaga kualitas layanan dan keekonomisan tarifnya sesuai pedoman dan aturan pemerintah, agar dapat terus bersaing secara sehat di industri transportasi online Indonesia,” tuturnya.

Maxim sebagai perusahan transportasi online, menyediakan aplikasi dengan layanan multifungsi. Muncul pertama kali di Indonesia sejak tahun 2018 dan menobatkan diri sebagai merek aplikasi transportasi online dengan penawaran harga yang paling terjangkau.

Harga ekonomis ditetapkan oleh Maxim agar dapat menjangkau banyak kalangan dengan kemampuan ekonomi yang beragam, baik dari kalangan menengah ke atas hingga menengah ke bawah. Standar harga yang ditetapkan juga telah disesuaikan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh aturan pemerintah.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...