Didesak Cabut Perpanjangan Izin PT Panca Logam, Masmuddin : Kita Buktikan di Pengadilan

1000
 

Kendari, Inilahsultra.com Ratusan massa yang tergabung dalam Konsorsium Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB) bersama Institute Demokrasi dan Sosial Indonesia (IDI- SI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DP-PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 23 Juli 2020.

Jenderal lapangan Mustazam menjelaskan, kepala Dinas PTSP telah mengeluarkan perpanjangan izin PT Panca Logam Makmur tidak sesuai prosedur.

- Advertisement -

“Kami mendesak Kepala Dinas PTSP Sultra, Masmuddin mencabut perpanjangan Izin tambang emas PT. Panca Logam Makmur (PLM) Kabupaten Bombana yang tidak sesuai prosedur,” tegas Mustazam.

Untuk itu, mereka mendesak Dinas PM PTSP untuk segera meninjau dan mecabut IUP Perpanjangan izin PT Panca Logam Makmur karena diduga diperoleh dengan cara inprosedural, karena diterbitkan pada bulan Oktober 2019.

“Sementara izin PT Panca Logam Makmur mati tahun 2015, selama izin perpanjangan tidak terbitkan diduga kuat menguruk emas kami di Kabupaten Bombana,” jelasnya.

“Seharusnya PTSP menerbitkan izin berdasarkan regulasi harus menerbitkan izin kurung waktu 14 hari sejak pengajuan perpanjangan izin,” tambahnya.

Menurutnya, perpanjangan izin diduga tidak sesuai prosedur ini telah diadukan di Polda Sultra untuk mengungkap mafia yang bermain di dalam kasus ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PM PTSP Sultra, Masmuddin mengatakan, perpanjangan PT Panca Logam Makmur sudah sesuai aturan yang berlaku dan legal.

Perpanjangan izin itu hanya PT Panca Logam Makmur, sementara dua perusahaan lainnya PT Panca Logam Nusantara (PLN) dan PT PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI) Kadis PTSP tidak mengetahui.

“Kalau PT Panca Logam Makmur itu sudah sesuai dengan prosedur. Sementara dua perusahaan lainnya saya tidak tahu, karena yang buat masih PTSP Kabupaten. Saya tegaskan kami tidak tahu dan kalau tidak mau apa,” kata Masmuddin saat ditemui di kantor PM PTSP Sultra.

Masmuddin mengklaim, penerbitan izin itu memiliki histori dan telah melewati prosedur yang ditetapkan.

“Kalau mau tahu prosedurnya nanti ketemu di pengadilan kita baku adu dan buktikan. Kalaupun ada yang mempersoalkan saya mempertanggungjawabkan di pengadilan,” jelasnya.

“Saya siap pertanggungjawabkan terkait penerbitan izin itu. Silakan proses hukum, saya siap bertanggung jawab,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...