Wa Ode Nurhayati : Tidak Ada Mahar Politik

2591
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura, Wa Ode Nurhayati menegaskan tidak ada mahar politik untuk mendapatkan surat rekomendasi partai sebagai kendaraan politik maju pemilihan kepala daerah (Pilkada) Konawe Selatan (Konsel) pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Sebagai ketua Partai, saya menjamin DPC Konsel dan DPD Hanura Sultra dalam hal ini tim Pilkada melakukan proses pilkada di Konsel sudah benar, sesuai mekanisme dan aturan partai,” kata Wa Ode Nurhayati melalui telponnya, Jumat 24 Juli 2020.

- Advertisement -

Perempuan biasa disapa WON ini menjelaskan, surat rekomendasi Partai Hanura diberikan kepada pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae murni bukan karena mahar politik. Tapi, kata WON, karena balon bupati Surunuddin sebagai petahana tidak menjalankan dua poin penting perintah partai dalam surat tugas.

Poin pertama, Surunuddin harus menentukan pasangan atau 02, sebagai partai pertama mengeluarkan surat tugas pihak Hanura menawarkan kepada Surunuddin untuk mempertimbangkan Ketua DPC Hanura Konsel Nurmantasya sebagai 02, dan harus melahirkan surat tugas partai lain.

Kata dia, Partai Hanura sangat dinamis dan fleksibel kalaupun Surunuddin memutuskan orang lain tidak masalah, karena untuk mengeluarkan surat rekomendasi di Hanuar harus sudah ada pasang calon bupati dan calon wakil bupati.

“Tapi ini yang tidak dipenuhi Surunuddin yang dinilai oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan perlu diingat surat tugas yang pernah diberikan itu ada masa waktunya,” jelasnya.

Poin kedua, WON menjelaskan, sampai dengan berakhirnya masa waktu surat tugas yang diberikan, Surunuddin tidak menyerakan surat B.1-KWK rekomemdasi dari partai lain untuk melengkapi Hanura hanya memiliki dua kursi di Pilkada Konsel.

“Sehingga DPP itu dibenarkan untuk mengambil langkah strategis memberikan keputusan politik partai kepada orang lain yang dianggap pas pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae,” jelasnya.

Menurut dia, yang membuat DPP menganggap pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae dianggap pas mendaptkan surat rekomendasi karena Rusmin Abdul Gani siap menjadi kader Hanura dan Senawan Ketua PDIP di Konsel datang langsung membawa diri ke DPP bersedia jadi 02 mendampingi Rusmin Abdul Gani sebagai 01.

“Partai Hanura menuyampaikan pada Rusmin, kalau memang paketnya hanya Hanura dan PDIP, Rusmim Abdul Gani harus menjadi kader partai dan  telah disanggupi. Ini yang menjadi pertimbangan dan dilihat serius DPP, bukan soal mahar partai,” jelasnya.

WON mengungkapkan, berdasarkan keterangan Andri Darmawan kepada beberapa media, kliennya siap memberikan Rp 500 juta untuk biaya operasional.

Namun, berdasarkan keterangan DPC dan DPD Hanura Sultra, tidak pernah menerima uang yang diklaim oleh Andri Darmawan itu.

“Pada saat itu saya sampaikan memang kepada pihak Surunuddin menerima ini sebagai operasional, karena baik DPC maupun DPD harus bolak-balik Kendari ke Jakarta membawa berkas dan menguruskan semua yang diperlukan untuk kelengkapan berkas. Tiba di DPP harus menginap dan kadang sampai berminggu-minggu,” tuturnya.

WON mengaku, sebagai Ketua Hanura Sultra sudah berusaha menjaga kurang lebih tiga bulan lamanya surat tugas yang diberikan kepada Surunuddin sebelum ada kandidat lain maju di Konsel.

“Ketika ada kandidat lain saya sampaikan sama Andri, 02 Surunuddin siap dan partai lain cepat untuk melengkapi Hanura. Supaya saya ada argumen di DPP ketika dipertanyakan, tapi itu tidak dipenuhi sampai terakhir dan akhirnya pindah kepada pasangan lain,” jelasnya.

Selaku Ketua Hanura di Sultra, kata WON, dirinya tidak boleh menutup diri dengan kandidat lain. WON menyampaikan pada pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan pendaftaran kandidat di DPC dan DPD  sudah tutup. Sementara yang masih buka pendaftaran sampai mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya di DPP.

“Jadi proses lobi-lobi politik sampai rekomendasi DPP Partai Hanura keluar murni dilakukan pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae bukan dari DPC dan DPD,” tutupnya.

Untuk dikethui, sebelumnya Partai Hanura memberikan surat tugas kepada Surunuddin Dangga dan kemudian Partai Hanura menerbitkan surat tuga kedua kepada pasangan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae. Akhirnya Rusmin Abdul Gani-Senawan dianggap layak dan pasa mendapatkan rekomendasi Hanura maju Pilkada Konsel.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...