Jalan Pariwisata di Sultra 14 Kilometer Habiskan Uang Rakyat Rp1 Triliun untuk Siapa? 

2794
 
Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membangun jalan Pariwisata sepanjang 14 kilometer dengan menggunakan anggaran negara kurang lebih Rp1 triliun.
Sumber pendanaan pembangunan jalan ini berasal dari APBD Pemprov Sultra sebesar Rp150 miliar dan pinjaman di PT Sarana Multi  Infrastruktur (SMI) sebesar Rp799 miliar.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra J Robert Maturbongs menyebut, total keseluruhan anggaran pembangunan jalan yang menghubungkan Kendari-Toronipa ini sebanyak Rp950 miliar.
Untuk pinjaman di PT SMI, kata dia, sudah dilakukan penandatanganan kontrak perjanjian antara Gubernur Sultra Ali Mazi dan Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad.
“Pengembalian pinjaman ini efektif mulai 2022 sampai 2025 awal,” kata Robert saat dihubungi, Jumat (24/7).
Sejauh ini, panjang jalan yang sudah dikerjakan menggunakan APBD Sultra sepanjang 3,6 kilometer. Sementara sisanya, sepanjang 11,145 kilometer menggunakan pinjaman di PT SMI.
“Kita upayakan rampungnya 2021,” katanya.
Ia menyebut, pembangunan jalan ini terbilang mahal karena spesifikasinya yang berbeda dengan jalanan pada umumnya.
Jalan ini berkonstruksi beton setebal 25 sentimeter dengan dua lajur. Untuk jalanan memiliki lebar masing-masing delapan meter ditambah track sepeda dan selokan. Sehingga total lebar jalan 27 meter.
Menurut Robert, pembangunan jalanan ini penting karena berkait dengan pengembangan kawasan wisata di Sultra. Toronipa sebagai pusat dan akan terkoneksi dengan wisata di Teluk Kendari, Pulau Bokori, Pulau Labengki, Pulau Saponda, Wakatobi, Muna sampai Teluk Pasar Wajo.
“Ke depan juga jadi jalan alternatif nasional untuk arah timur, Konawe Utara bisa lewat situ. Termasuk akses dukungan kawasan industri Morosi dan Morowali Sulawesi Tengah,” katanya.
Tak hanya itu, jalan ini juga akan menghubungkan fungsionalisasi Jembatan Teluk Kendari yang menuju kawasan Kendari New Port di Bungkutoko.
Jalan Rusak di Sultra 250 Kilometer
Proyek besar Gubernur Sultra Ali Mazi ini menuai kritikan dari anggota DPRD Sultra Sudirman. Politikus PKS ini menyebut, anggaran pembangunan jalan tersebut telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp1 triliun termasuk alokasi untuk membebaskan lahan milik warga.
“Kalau tidak salah itu kemarin Rp50 miliar anggaran pembebasan lahan,” kata Sudirman.
Sudirman menilai, pembangunan jalan pariwisata ini tidak ada urgensinya kepada masyarakat. Pemerintah harusnya lebih memprioritaskan pembangunan jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga.
Ia menyebut, panjang jalan di Sultra yang menjadi kewenangan Pemprov Sultra sepanjang 1.009 kilometer. Sementara kondisi jalan rusak sekitar 250 kilometer.
Ia mengkalkulasi, jika setiap satu kilometer diaspal menggunakan Rp3 miliar, maka hanya membutuhkan Rp750 miliar untuk membangun jalan rusak sepanjang 250 kilometer.
“Jadi jauh lebih besar anggaran pembangunan jalan pariwisata dibanding dengan jalan yang dibutuhkan rakyat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti lebar jalan sampai 27 meter dan penggunaan beton yang menyebabkan pembangunan jalan pariwisata tersebut mahal.
“Bali saja, pariwisata dunia, tidak begitu lebar jalannya. Kalau beton, untuk kekuatan ketebalan, ini hanya jalan pariwisata dan tidak dilewati kontainer,” jelasnya.
Untuk itu, ia menilai pembangunan jalan pariwisata ini sama saja pemborosan anggaran. Padahal, pendapatan daerah untuk sektor pariwisata di wilayah Toronipa tidak terlalu menjanjikan.
“Kita mendukung pengembangan pariwisata, namun tidak begini caranya dengan menggunakan anggaran yang tidak tepat,” imbuhnya.
Ia menuturkan, ke depannya, masyarakat Sultra akan kembali menanggung beban utang pemda kepada PT SMI demi pembangunan jalan Kendari-Toronipa.
Sementara di sisi lain, masyarakat sering dikeluhkan dengan rusaknya jalan yang berimbas pada naiknya harga kebutuhan bahan pokok.
“Jadi, petani yang di Kolaka Timur tidak bisa bawa hasil bumi karena biaya produksi tinggi akibat jalan rusak. Termasuk di Lalembuu Konawe Selatan juga demikian,” tuturnya.
Penulis : Pandi
- Advertisement -
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...