Sudah ‘Disuntik’, PDAM Kendari Masih Tetap ‘Sakit’

750
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menyoroti permasalahan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari tak kunjung selesai dari tahun ke tahun.

Wakil Ketua Komisi II, Sahabuddin mengatakan, masalah PDAM ini sudah terjadi sejak puluhan tahun silam dinilai karena persoalan manajemen tidak berjalan maksimal.

- Advertisement -

Alasannya, kata Sahabuddin, ada beberapa hal yang menadi sorotan pada saat dirapatkan dan dibahas dalam Banggar DPRD. Yaitu, anggaran yang didapatkan PDAM ternyata dipinjamkan kepada karyawan dan tidak bisa ditagih lagi sampai sekarang.

“Ada karyawan yang meminjam uang PDAM lumayan banyak tapi belum dikembalikan sampai sekarang. Alasan yang kami dapatkan ke pihak PDAM tidak bisa lagi ditagih karena yang meminjam sudah meninggal dunia,” kata Sahabuddin, Rabu 29 Juli 2020.

Kemudian, lanjut Ketua Fraksi Golkar ini, dari segi insatalsi PDAM sangat kacau termasuk segi pelayanannya yang semacam dipaksakan.

“Pelayanan belum maksimal dan dipaksakan, karena dari segi infrastruktur PDAM tidak memadai sampai sekrang. Air yang disalurkan juga ke masyarakat mau dibilang air bersih tapi hasilnya kotor,” jelasnya.

Selain itu, kata Sahabuddin, DPRD sebenarnya sudah mencoba membantu utang-utang PDAM dengan menyuntikkan anggaran untuk pembayaran listrik yang kurang.

“Meskipun juga kita sudah mensuport mereka, tapi inisiatif dan kemauan dari pimpinan PDAM maupun seluruh jajarannya belum maksimal sampai sekarang,” jelasnya.

“Saya kira jelas hampir semua fraksi menyoroti bobroknya ini persoalan pelayanan air PDAM. Di tahun 2019 kemarin jadi sorotan besar ini PDAM, apalagi dengan kondisi saat ini dengan keluhan-keluhan masyarakat selalu menyoroti PDAM tidak bisa kita pungkiri,” tambahnya.

Untuk itu, DPRD meminta PDAM untuk memperbaiki manajemen dan pelayanan, instalasi dan beberapa masih bermasalah. Karena jangan sampai investor masuk tapi semua tidak maksimal.

Sahabuddin mengaku, Pemkot Kendari akan menggandeng investor untuk menanam saham di tahun ini. Tapi, lanjut dia, rencana itu membutuhkan kajian besar untuk membenahi PDAM.

“Karena jangan sampai investor datang menambah masalah lagi di PDAM. Informasi awal yang kita terima hanya bisa melayanan empat kecamata dan ini akan menimbulkan masalah baru di masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, Pemkot Kendari sedang serius mencari solusi terkait masalah pelayanan air bersih PDAM yang sedang sakit.

Saat ini, kata Sulkarnain, pihaknya sedang membangun komunikasi dengan investor yang bersedia untuk menangani PDAM.

“Inikan problem sudah puluhan tahun kita di Kota Kendari belum terselesaikan. Untuk penanganannya atau memukihkan PDAM ini tidak sederhana dan butuh biaya yang tidak kecil,” kata Sulkarnain Kadir saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kendari belum lama ini.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengatakan, kalau mengandalkan kemapuan keuangan pemerintah kota dengan kondisi covid saat ini sangat terbatas.

“Kita butuh kerjasama dengan pihak lain untu bisa mendongkarak kualitas pelayanan air bersih PDAM,” jelasnya.

Sampai saat ini, kata Sulkarnain, yang berminat ada tiga investor yang nantinya bakal diseleksi dan diputuskan dalam lelang terbuka. Salah satunya yang sudah dalam proses Feasibility Study PT. Adhi Karya.

Jika ada investor yang berani berinvestasi dengan PDAM Tirta Anoa Kendari, maka ke depannya tarif air bersih akan ditinjau ulang dan dilakukan koreksi.

“Seiring berjalannya investasi, tarif PDAM kita akan tinjau kembali dan ada potensi kita turunkan tarifnya. Kita minta investor untuk menyepakti terkait penurunan tarif air bersih agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...