FKP Serahkan Hasil Dialog ke Pemkab Buton

143
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry menerima rekomendasi hasil dialog Cofee Break yang digagas Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Buton di salah satu rumah makan di Pasarwajo Kabupaten Buton.

Hasil dialog tersebut diserahkan langsung Ketua Umum FKP Buton Muhammad Risman Boti di Ruang Kerja Bupati Buton, di Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Takawa, Pasarwajo, Senin 3 April 2020.

- Advertisement -

“Setelah kami merampungkan kesimpulan hasil dialog tersebut, kami tuangkan dalam bentuk rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan Pemkab Buton dalam hal ini intansi teknis terkait untuk ditindaklanjuti. Dan inilah sumbangsih kami sebagai pemuda negeri ini dalam menyumbangkan pemikiran demi kemajuan Buton ke depan,” kata Risman.

Menurut Risman, dialog yang melibatkan beberapa instansi terkait bertema tentang pertanian tersebut mencakup lima poin penting.

Pertama, Dinas Pertanian sebagai instansi teknis lebih intens berkoordinasi dengan dinas/OPD terkait. Karena banyak kendala dari kurangnya koordinasi. Misalnya persoalan pembebasan lahan di desa. Kadang tidak diketahui sehingga perlu koordinasi.

“Kedua, Pengembangan sektor pertanian membutuhkan pasar, baik di dalam daerah maupun di luar. Olehnya itu, Dinas Perdangangan sebagai instansi terkait bisa berkoordinasi dengan dinas pertanian, untuk mencari pasaran kebutuhan hasil pertanian,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Risman, Dinas UKM dan Koperasi. Saat ini, di Kabupaten Buton ada 144 usaha koperasi namun yang aktif hanya 30 koperasi. Sehingga pasaran pertanian tidak berjalan.

Makanya, perlu ada koordinasi dengan OPD terkait khususnya Dinas Perdangangan.

Keempat, tambah Risman, mengenai KUR (Kredit Usaha Rakyat) kredit pembiayaan modal kerja khusus untuk pertanian dari perbankan.

Seharusnya, jika pasaran jelas maka Bank Sultra sebagai mitra pemerintah bisa membantu. Namun, koordinasi lintas OPD/ Dinas terkait sangat diperlukan.

Kelima, menurut Risman, Bappeda akan menjadikan hasil dialog lintas OPD tersebut untuk menyusun program kerja. Pasalnya, akhir dari semua dialog bergantung pada Bappeda untuk diusulkan dalam pembahasan anggaran berikutnya.

“Untuk meningkatkan hasil usaha pertanian tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Namun harus gebrakan tersendiri untuk menarik minat swasta sebagai investor,” kata Risman.

Untuk itu, lanjut Risman, FKP menyerahkan rekomendasi kepada bupati secara langsung. Sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan.

Bupati Buton La Bakry merespon rekomendasi hasil dialog yang digagas pemuda tersebut.

“Pemkab akan mendorong sektor pertanian, selain perikanan dan pertambangan yang menjadi ikon daerah ini,” katanya.

Masyarakat Buton, kata La Bakry, selain menekuni pekerjaan sebagai nelayan juga sebagai seorang petani.

“Pertanian mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, dua tahun terakhir kita akan mendorong sektor pertanian karena mayoritas penduduk Buton selain nelayan juga adalah petani. Tentu saja dengan tidak menafikan sektor-sektor lain,” ujarnya.

FKP Kabupaten Buton menggelar dialog
yang dibingkai dalam Coffee Break pekan lalu. Dialog bersama instansi teknis lingkup Pemkab Buton tersebut membahas tentang pertanian di Kabupaten Buton. Coffee Break digelar di Rumah Makan Transit, Pasarwajo yang dibuka langsung Bupati Buton La Bakry.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...