Polres Muna Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah Kades Santiri Mubar

1012
 

Laworo, Inilahsultra-com– Kepolisian Resort (Polres) Muna, terus melakukan penyeledikan terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah Kepala Desa (Kades) Santiri, Abdul Rahim, Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat (Mubar).

Sebelumnya, mantan Kades Santiri, Jamal resmi mengadukan Kades Santiri terpilih Abdul Rahim ke Mapolres Muna pada Kamis 9 Maret 2020 lalu.

- Advertisement -

Pengaduan tersebut karena adanya dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan Abdul Rahim untuk memenuhi persyaratan mengikuti pilkades serentak di Kabupaten Muna Barat pada 15 Desember 2019 lalu.

Sejauh ini terkait adanya aduan itu, Polres Muna terus melakukan langkah – langkah dengan mengambil keterangan saksi baik terlapor maupun pelapor yang terlibat di dalamnya.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Hamka saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya membenarkan aduan itu. Pihaknya menyebut saat ini masih sementara tahapan pemeriksaan saksi-saksi.

“Masih pemeriksaan saksi semua. Kemarin sudah kita undang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muna Barat untuk diperiksa sebagai saksi, besok,” kata Hamka, Selasa, 4 Agustus 2020.

Setelah itu, sambung dia terkait dengan siapa yang terlibat dalam dugaan pemalsuan ijazah itu, pihaknya bakal memeriksa termaksud Kepala Diknas Provinsi Sultra. Sebelumnya juga pihak Polres Muna sudah memeriksa saksi-saksi.

“Setelah memeriksa Diknas Provinsi Sultra baru kita akan melakukan gelar perkara,” tegas Hamka.

Kuasa Hukum pelapor, Rusman Malik membenarkan juga, bahwa aduan itu atas dugaan tindak pidana pemalsuan dan menyalahgunakan dokumen kades terpilih Abdul Rahim sebagai persyaratan mencalonkan diri sebagai Kades Santiri.

Pihaknya menemukan dugaan beberapa persyaratan pencalonan Abdul Rahim yang diragukan keabsahannya.

“Klien saya menduga teradu tidak tamat Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA. namun saat seleksi bakal calon kepala desa pada tanggal 11 November 2019 lalu, teradu dinyatakan lulus administrasi oleh panitia,” kata Rusman.

Rusman mengungkapkan, saat itu kliennya juga sempat mempertayakan kepada panitia tentang berkas yang diajukan oleh Abdul Rahim, namun panitia tidak memperlihatkan.

“Pengadu merupakan mantan Kades Santiri. Jadi mengetahui betul warganya yang bersekolah dan tidak. Setelah menggali informasi ke beberapa sekolah, tidak ada keterangan bahwa teradu benar-benar bersekolah,” pungkasnya.

Reporter : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...