Nasib Apes Pemilik Dump Truck di Kendari, Kontrak Tak Dibayar, Mobil pun Ambyar

3850
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sejumlah pemilik kendaraan dump truck berharap Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengara Sultra menyita aset AR (29), terduga pelaku penipuan dan penggelapan kendaraan.

Pengacara korban Abdul Syahir mengapresiasi langkah Polda Sultra menangkap pelaku penggelapan dan penipuan dump truck berinisial AR itu.

- Advertisement -

Namun, kata dia, polisi harusnya tidak hanya memproses hukum pelaku melainkan turut menyita semua aset yang dimiliki pelaku untuk membayarkan utang kontrak yang belum dibayar.

“Kami minta asetnya untuk disita, pelaku
pasti memiliki banyak rekening. Rekening itu seharusnya disita kemudian dilihat berapa banyak dana yang dimiliki, sehingga bisa membayarkan utang pelaku sesuai kontraknya kepada para korban,” kata Abdul Syahir saat ditemui di salah satu Warung Kopi di Kota Kendari, Jumat 7 Agustus 2020.

Abdul Syahir menjelaskan, awalnya AR dan ketujuh korban melakukan kontrak kerjasama pemuatan tambang galian C yang beroperasi di beberapa daerah di Sultra, termasuk di daerah tetangga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Dari tujuh orang itu, menyiapkan sembilan unit dump truck. Setiap orang memiliki kontrak berbeda. Ada yang sampai September, Oktober dan beberapa bulan selanjutnya.

Rinciannya, besaran kontrak kedua belah pihak yang disepakati mulai Rp18 juta dan Rp20 juta perbulan.

“Kontraknya itu 6 bulan, tidak ada pemutusan kerjasama sehingga kontrak tetap berjalan,” jelasnya.

Namun, kontrak sudah jalan dan mobil sudah diambil, pelaku tidak menunaikan tanggung jawabnya secara penuh. Di bulan pertama dan kedua dibayarkan, tapi tidak di bulan selanjutnya. Korban sempat menagih namun hanya dijanji-janji.

Korban pun mengalami kerugian atas kontrak yang belum terealisasi sepenuhnya itu kurang lebih Rp717 juta.

“Itu belum sembilan dump truck yang digelapkan,” kata Syahir.

Ia memperkirakan, kerugian tujuh korban secara keseluruhan bisa mencapai Rp5 miliar lebih. Sebab, setiap satu unit kendaraan senilai Rp400 juta.

“Tapi intinya kliennya saya, hanya minta pembayaran dari hasil kontrak mereka yang sudah disepakati dengan pelaku,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang korban SR menjelaskan, pelaku menjajikan kontrak tinggi. Atas iming-iming uang besar itu, ia menerima dan kebetulan mobilnya lagi nganggur muatan.

Ia mengaku, sudah pernah berkomunikasi dengan AR soal utang kontrak itu dan akan dijanjikan dibayarkan secepatnya.

“Sebelum pelaku ditangkap, kami semua hanya dijanji-janji sama pelaku untuk membayarnya tapi tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Kontrak tak dibayar, mobil pun ambyar, raib tak ketahuan rimbanya. Atas dasar itu lah, mereka melaporkan AR ke Polda Sultra.

Untuk diketahui, inisial korban penipuan dan penggelapan AR berinisial KR, NR, SR, RS, AS, NS, AA.

Sementara itu, Direktur Resere dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar membenarkan tengah menangani kasus ini.

Setelah menerima laporan para korban, polisi akhirnya menangkap AR dan ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menyebut, pelapor dalam kasus ini sebanyak 40 orang dengan total 91 dump truck.

“Rencananya, pekan depan kami akan mencari unit kendaraan di Sultra dan di luar Sultra,” bebernya.

Namun, lanjut La Ode, dari pemeriksaan awal, AR mengaku juga sebagai korban. Sebab, ia menyerahkan mobil tersebut ke pihak lainnya berinisial H.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...