Pemkot Kendari : Gudang PT Surya Andalan Timur Tak Sesuai Aturan

650
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Kendari meninjau gudang PT Surya Andalan Timur di jalan Chairil Anwar Kecamatan Puuwatu, Jumat 7 Agustus 2020.

Peninjauan langsung itu untuk melihat dan memastikan aktivitas industri yang bergerak dalam industri furniture. Dalam temuan Pemkot Kendari, gudang industri ini tidak sesuai dengan lokasi peruntukkannya berdasarkan tata ruang.

- Advertisement -

“Kunjungan ini untuk mengecek kesesuaian antara izin yang dimiliki dengan kondisi lapangan lokasi gudang  PT. Surya Andalan Timur,” kata Sekda Kota Kendari, Nahwa Umar saat melakukan kunjungan di perusahaan tersebut.

Mantan Kepala Dispenda Kota Kendari ini menjelaskan, dalam dokumen izin PT Surya Andalan Timur hanya mendapat izin pemanfaatan gudang di lokasinya di Kelurahan Puuwatu. Tapi faktanya, pihak perusahaan melakukan pengolahan furniture dari setengah jadi menjadi barang jadi.

Nahwa Umar menegaskan, perusahaan ini baru mengantongi izin gudang dan belum ada izin industri. Untuk itu, pihak perusahaan harus mulai memikirkan untuk memindahkan industri karena tidak sesuai peruntukannya.

“Sebaiknya mulai sekarang bapak berfikir melanjutkan izin industri untukmencari lokasi yang sesuai dengan tata ruang. Nanti bisa berkoordinasi dengan Dinas PU di lokasi yang telah ditetapkan di kawasan industri Nambo yang lokasinya strategis dekat dengan pelabuhan,” tegas Sekda dikutip di Kendarikota.go.id.

Sementara itu pihak manajemen PT Surya Andalan Timur, Mulyadi mengatakan, awal pengurusan belum ada ketentuan pembagian wilayah tata ruang, yang membuat pihak perusahaan membangun di lokasi tersebut.

“Kami meminta kebijakan pemerintah kota untuk memberi kelonggaran di masa pandemi ini, karena untuk mencari tempat dan mendirikan bangunan baru, membutuhkan biaya tidak sedikit,” ujarnya.

Mulyadi mengaku, sejak awal tahun penjualan pihak perusahaan menurun. Ditambah lagi situasi pandemi dan harus merumahkan karyawan dengan pemotongan biaya gaji hingga 50 persen untuk menghindari keterpurukan.

“Apalagi dengan kondisi ekonomi sekarang yang melambat, saya minta pengertian ibu bagaimana untuk mencari solusinya karena kalau kita mau invest lagi rasanya sangat sulit,” ujarnya.

Untuk diketahui, pengajuan izin industri oleh PT Surya Andalan Timur ditolak dalam sistem OSS di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) karena melanggar sejumlah ketentuan, salah satunya terkait tata ruang.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...