Pegawai Pengadilan Agama Kendari Positif Corona, Pelayanan Tutup Sementara

283
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pelayanan Kantor Pengadilan Agama Kendari ditutup sementara diakibatkan 10 pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honor terkonfirmasi virus corona.

Penutupan sementara pelayanan disampaikan oleh Kantor Pengadilan Agama melalui pengumuman.

- Advertisement -

Pengumuman tersebut, menindaklanjuti hasil swab atau PCR test pada seluruh pegawai Pengadilan Agama Kendari yang dimana terdapat pegawai (ASN dan honorer) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan surat Dinas Kesehatan Kota Kendari nomor 800/2958 tanggal 5 Agustus 2020 yang merekomendasikan untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjadwalkan ulang kegiatan tatap muka.

“Untuk menghindari penyebaran yang lebih luas maka kami melakukan penutupan seluruh kegiatan operasional kantor, menutup pelayanan PTSP dan melakukan penundaan sidang (untuk isolasi mandiri) selama 14 hari kalender, mulai tanggal 5 Agustus sampai 18 Agustus 2020. Akan di buka kembali pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” tulis isi pemberitahuan tersebut.

Plt Dinas Kesehatan Provinsi Sultra
Muh Ridwan mengatakan, pihaknya tak tanggung-tanggung melakukan penutupan kantor tersebut demi mencegah adanya penularan atau menyebarnya kasus baru.

“Itu sudah menjadi aturan protokol kesehatan Covid-19. Di tutup sementara dari tanggal 5 Agustus sampai 18 Agustus 2020,” kata
Muh Ridwan, Rabu 11 Agustus 2020.

Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh karyawan di Pengadilan Agama Kendari melakukan rapid tes dan swab, karena melakukan kontak erat dengan seluruh pasien positif.

Sebelumnya, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kendari, Putu Agustin menyampaikan sepuluh pasien terkonfirmasi positif di Pengadilan Agama Kendari.

“Ada 10 orang pegawai Kantor Pengadilan Agama Kendari kelas 1A termaksud pimpinannya terkonfirmasi positif,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...