Sempat Sembunyi di Hutan, Dua Positif Corona Mubar Diisolasi di RSUD Muna

1648
 

Laworo, Inilahsultra.com – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rahman Saleh menyatakan, ada dua warga daerah yang terpapar covid-19 di Mubar.

Keduanya adalah Dr (23) dan Ia (24). Mereka berasal dari Desa Guali, Kecamatan Kusambi itu dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan uji swab beberapa minggu lalu.

- Advertisement -

Namun, setelah hasil labnya keluar mereka sempat melarikan diri dan bersembunyi di hutan dengan alasan bahwa kondisi kesehatannya baik-baik saja.

Karena pasien kabur, gugus tugas terus melakukan langkah-langkah dengan menemui keluarganya agar terus memberikan kesadaran.

Tetapi, saat menemui pihak keluarga, tim gugus tugas mendapat perlakuan yang tidak baik.

Pasalnya, keluarga itu tidak percaya kalau dua orang ini positif. Mereka beralasan, kondisi kesehatan keduanya normal dan tidak menunjukkan gejala virus.

Terkait perlakuan keluarga pasien tersebut, pihaknya mengambil langkah dengan menyurati Polsek Kusambi agar dua orang yang positif itu diambil paksa. Takutnya kata dia, nanti menulari orang lain.

“Tetapi keluarga korban bersih keras malah memarahi kita dengan bahasa kasar. Kita mediasi banyak alasannya. Jelas ini melanggar UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan kedua UU Nomor 4 Tahun 1982 tentang wabah penyakit menular. Kita juga lakukan ini sesuai aturan yang ada,” katanya.

Setelah beberapa hari melakukan langkah- langkah persuasi, pada Senin malam 10 Agustus 2020, pihak keluarga langsung mengantarkan pasien positif Covid-19 itu ke gugus tugas kabupaten.

Kemudian, keduanha langsung diantar ke RSUD Muna untuk diisolasi.

“Kemarin malam diantar langsung di RSUD Muna. Kalau merujuk ke Perpres yang baru itu 10 hari masa karantinanya. Tanpa diswab lagi karena mereka masuk OTG, terkecuali ada penyakit riwayat sesak nafas atau penyakit lainnya baru bisa dirawat betul. Insya-Allah setelah melalui itu dan tidak ada gangguan kesehatannya bisa mi pulang,” tuturnya.

Rahman Saleh menjelaskan kronologi ditemukan dua kasus baru di Mubar. Saat melakukan swab tenggorok pertama pada 29 Juli 2020 lalu sebanyak 7 orang dengan hasil semua negatif. Lalu dilakukan lagi swab sebanyak 6 orang pada 4 Agustus 2020. Dari hasil lab, dua orang dinyatakan positif.

“Awalnya semua 13 orang yang ingin diswab. Tapi sebagian lari. Jadi pertama kita lakukan swab itu sebanyak 7 orang. Enam orangnya saat itu tidak datang. Sehingga kita jemput lagi dan lakukan swab. Jadi dari 6 yang di swab itu, 2 orang yang positif,” kata Rahman saleh saat diwawancarai jurnalis inilahsultra.com, Rabu 12 Agustus 2020.

Pihaknya menyebut, 13 orang itu sebelumnya sebagai kontak erat dengan salah seorang warga yang tinggal di pesantren Radatul Janah Muna Barat. Saat itu, Ibu yang tinggal di dalam pesantren itu melakukan rapid test bersama anaknya dengan hasil reaktif.

“Saat itu, ibu dan anaknya itu mau berangkat di Makassar. setelah melakukan rapid test dua kali di puskesmas, hasilnya tetap reaktif. Setelah itu kita lakukan penanganan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh mi,” jelasnya.

Kata dia, kedua Ibu dan anaknya itu masuk tranmisi lokal yang sudah melakukan kontak erat terhadap yang sudah terinfeksi virus dan mereka masuk klaster sporadis.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...