LPSK Dampingi Saksi Penembakan Mahasiswa UHO

147
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sidang kasus penembakan terhadap dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi dan M Yusuf Kardawi, memasuki agenda pemeriksaan saksi. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi dua dari tiga saksi yang memberikan keterangan pada persidangan yang digelar secara virtual, Kamis 13 Agustus 2020.

Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution menyatakan, pihaknya senantiasa mengawal para saksi yang menjadi Terlindung pada setiap tahapan proses peradilan pidana, termasuk pada persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi pada kasus tertembaknya mahasiswa UHO.

- Advertisement -

“Pemberian kesaksian melalui virtual, tetapi LPSK tetap memastikan keamanan dan kenyamanan mereka bersaksi,” tegas Nasution dalam rilis persnya.

Dengan perlindungan LPSK, Nasution berharap proses persidangan perkara tewasnya dua mahasiswa UHO saat berdemonstrasi September 2019 lalu dapat terungkap.

LPSK mendukung terwujudnya proses peradilan pidana dengan mengutamakan keamanan para terlindung termasuk saat memberikan kesaksian di persidangan untuk membantu penegak hukum.

“LPSK mendukung dan selalu siap memberikan perlindungan kepada para saksi dalam peristiwa kematian Randi dan Yusuf K sehingga mereka merasa nyaman dalam memberikan kesaksiannya sehingga pengungkapan kebenaran dapat terwujud,” katanya.

Para saksi yang merupakan Terlindung LPSK, yaitu IM dan ZH. Mereka memberikan keterangan melalui video konferensi dari ruang Aula Kejari Kendari. Sementara persidangan dengan terdakwa Abdul Malik tersebut diselenggarakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Kedua saksi berani bersaksi karena merasa aman karena berada dalam perlindungan LPSK.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 15.00 wita tersebut berjalan dengan lancar, diawali dengan pengambilan sumpah terhadap para saksi oleh majelis hakim. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian keterangan oleh saksi IM, disusul saksi lainnya A.

Saksi terakhir yang memberikan keterangannya yaitu Terlindung LPSK Z. Dia dimintai keterangan terkait BAP. Pada kesaksiannya, ZH menerangkan bahwa pada saat BAP yang kedua, dirinya merasa ditekan dan diarahkan untuk menunjuk salah satu foto dari beberapa foto yang diperlihatkan.

Selain itu, ZH juga menyatakan tidak begitu jelas melihat ciri-ciri orang yang memegang senjata. Hanya saja dia yakin orang yang memegang senjata tidak memakai seragam polisi. Selain menceritakan peristiwa  kematian Randi, ZH juga menerangkan dirinya melihat sosok tubuh Yusuf tergeletak di depan gerbang kantor Disnakertrans Sultra.

Sebagaimana diketahui, Randi diduga tertembak saat berdemonstrasi di depan gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis 29 September 2019. Di tubuhnya ditemukan luka bekas tembakan di bagian dada. Sementara Yusuf juga harus kehilangan nyawanya saat berada di lokasi aksi dengan luka di bagian kepala.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...