Pemkot Kendari Godok Perwali termasuk Sanksi Pelanggar Protokol Covid

540
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) berdasarkan Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin, dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Selain mengacu Inpres, Perwali ini juga merujuk Surat Edaran Mendagri Nomor. 440/3160/SJ Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 di Seluruh Indonesia.

- Advertisement -

“Masing-masing institusi baik di perkantoran, tempat-tempat usaha, terminal, pelabuhan dan beberapa tempat itu nanti ada protokolnya. Apa saja yang harus disiapkan oleh pengelola,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum.

Lanjut Rahminingrum, Perwali penerapan protokol kesehatan sudah disusun dan saat ini sementara verifikasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Perwalinya sementara diverifikasi di Biro Hukum Provinsi, dan kalau sudah diverifikasi dan dinyatakan layak, maka wali kota akan menandatangani, tapi sebum diterapkan terlebih dulu disoosialisasikan selama dua minggu,” jelasnya.

Dalam perwali tersebut, lanjut dia, tentu ada sanksi bagi yang tidak menerapkan protokol kesehatan kalau berdasarkan Permendagri tersebut.

“Sanksinya secara mendasar sesuai prosedur di Permendagri mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, sanksi sosial, sanksi administrasi bahkan sampai penutupan sementara tempat usaha,” katanya.

Aturan itu, lanjut dia, didasari dengan meningkatnya kasus virus corona di Kota Lulo dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini, jumlah kasus covid di Kota Kendari 336 kasus positif.

Menurut Rahminingrum penyebab utama tingginya kasus karena masifnya pengujian bebas covid yang dipersyaratkan untuk pelaku perjalanan dilakukan rapid test.

Setelah dilakukan rapid tes dari berbagai layanan kesehatan dan hasilnya reaktif pasti ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari.

“Yang reaktif kita tindak lanjuti untuk pemeriksaan swab, dan setelah diswab kemudian kita diuji lagi,” kata Rahminingrum.

Selain itu, lanjut dia, penyebab meningkatnya kasus covid di kota lulo diakibatkan perilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker, menjaga jarak, dan prilaku mencuci tangan mulai tidak diterapkan oleh masyarakat seperti pada awal-awal covid di Kota Kendari,” ungkapnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...