Reses di Kelurahan Lalolara, Rajab Jinik Panen Keluhan Warga

489
Anggota DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik menggelar reses di Kelurahan Lalolara. (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM Rajab Jinik melaksanakan reses untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kamis 13 Agustus 2020.

-Advertisements-

Reses di tengah virus corona ini mengutamakan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak satu sama lain dan cuci tangan sebelum masuk dalam ruangan kegiatan reses.

Berbagai permasalahan dan aduan disampaikan warga kepada Ketua Komisi III ini saat reses sedang berlangsung seperti masalah pembangunan infrastruktur mulai drainase, pengaspalan jalan di beberapa lorong di Kelurahan Lalolara.

Warga juga mengeluhkan, kondisi keamanan di Kelurahan Lalolara dengan meminta Bhabinkamtibmas diaktifkan kembali menjaga kondisi lingkungan yang meresahkan oleh warga.

“Kami berharap melalui jalur koordinasi antara dewan dan kepolisian bisa menyampaikan kepada Kapolres untuk mengaktifkan kembali Bhabinkamtibmas di Kelurahan Lalolara,” jelas salah seorang warga.

Kemudian, warga juga meminta pos ronda untuk menjaga lingkungan sekitar. Di hadapan Ketua Komisis III warga berharap melalui legislatif bisa memfasilitasi pengadaan pos ronda ke pemerintah. Tapi kalau tidak bisa melalui pemerintah nanti swadaya masyarakat membangun pos ronda.

Warga juga mengeluhkan proses pembelajaran online oleh siswa, karena dianggap suatu pembodohan untuk anak-anak. Karena yag belajar di situ bukan lagi anak sekolah tapi orang tuannya. Kemudian belajar online ini memerlukan paket data yang dibebankan kepada orang tua siswa.

“Kita orang tua siswa harus bekerja dulu baru bisa beli paket data untuk belajar, mungkin yang lain menganggap ini masalah biasa tapi bagi saya salah satu masalah,” jelas salah seorang warga.

Warga juga mengeluhkan persoalan sampah di Kelurahan Lalolara, yang dihasilkan oleh rumah-rumah kos, dan harus disiapkan dua mobil sampah untuk mengangkut sampah di Kelurahan Lalolara.

Warga juga mengeluhkan tiang-tiang listrik yang terpasang di Kelurahan Lalolara sudah tiga tahun belum juga dimanfaatkan. Sehingga warga saat ini masih menyambung kabel dari rumah ke rumah.

Warga juga mengeluhkan tempat Posyandu di kantor kelurahan dinilai tidak maksimal di tengah covid saat ini. Memang sebelumnya Posyandu dilakukan di rumah warga tapi dengan kondisi covid saat ini warga tidak mau.

“Kami minta kepada pak Rajab untuk mencari solusi untuk tempat Posyandu, karena dengan kondisi covid kita gunakan ruangan di kantor lurah tidak maksimal. Kita harus pikirkan kondisi kesehatan bayi dan orang tuannya,” jelas warga.

Mendengar beberapa aspirasi dan keluhan warga, LM Rajab Jinik mengatakan, yang dikeluhkan warga terkait infrastruktur pengaspalan jalan dan drainase akan diperjuangkan di DPRD nantinya.

“Ini akan saya perjuangkan di DPRD nanti, ini sudah menajadi tanggung jawab saya karena sebelum penetapan yang menyangkut infrastruktur harus melalui dulu Komisi III,” katanya.

Terkait keamanan, kata Rajab, melalui jalur koordinasi dirinya akan menyampaikan kepada Kapolres Kendari untuk mengaktifkan dan tidak mencapurkan tugas Bhabinkamtibmas dengan yang lain.

“Saya akan bicarakan ini sama Kapolres untuk keamanan kita minta efektif Bhabinkamtibmas di kelurahan lalolara, karena kelurahan ini kemarin-kemarin dianggap tidak baik oleh masyarakat,” jelasnya.

“Kita harus apresiasi langkah-langhah yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal menjaga kemanan dan kenyamanan di Kelurahan Lalolara terutama dilingkungan kampus baru,” tambahnya.

Kemudian, terkait pos ronda, kata Rajab, akan mempertanyakan dulu ke Dinas PUPR Kota Kendari, apakah dana kelurahan bisa dibangunkan pos ronda untuk menjaga lingkungan.

“Kita akan bicarakan dulu dan kalau bisa kita akan minta dibangunkan pos ronda. Tapi kalau tidak bisa kita akan usahakan bersama-sama membangun pos ronda,” jelasnya.

Terkait pembelajaran online, kata Rajab, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dipergunakan untuk membeli paket dan memfotokopi buku untuk kebutuhan siswa, karena ini merupakan arahan langsung pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kalau ada kepala sekolah tidak memanfaatkan dana bos membeli paket untuk siswa belajar online. Saya minta laporkan ke DPRD untuk ditindaklanjuti. Saya akan panggil itu kepala sekolah kalau tidak memanfaatkan itu,” jelasnya.

Terkait persoalan sampah, kata Rajab, dirinya sudah mengusulkan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari untuk menyediakan pengadaan Viar sebagai kendaraan pengangkut sampah dari rumah ke rumah.

“Nanti viar yang ambil dari rumah ke rumah dibuang di tempat sampah sebelum diangkut mobil sampah. Tapi harus ada iuran swadaya yang disepakati oleh warga untuk menghidupi yang membawa,” jelasnya.

Kemudian tiang-tiangk listrik yang dikeluhkan warga, kata Rajab, itu merupakan kewenangan dari PLN, tapi sebagai perwakikan rakyat dirinya akan mempertanyakan kepada pihak PLN untuk segera dimanfaatkan agar warga tidak lagi menyambung listrik dari rumah ke rumah.

“Saya sudah telpon tadi pihak PLN  merespon dengan baik dan akan mengecek lokasi tersebut. Kalau kita tidak tindaklanjut dari sekarang ini bahaya karena aliran listrik dari rumah ke rumah warga,” jelasnya

“Kalau lampu jalan Insya-Allah tetap ada, karena kita sudah usulkan di APBD 2021,” tambahnya.

Terkat Posyandu, Rajab meminta warga untuk menyiapkan lahan untuk dibangunkan Posyandu yang layak di Kelurahan Lalolara.

“Saya minta warga siapkan lahannya, dan kalau sudah siap saya memperjuangkan di DPRD Kota karena ini bagian dari infrastruktur dan naungan Dinas Keseahatan yang bermitra dengan Komisi III,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, politikus Golkar ini mendorong ide-ide yang disepakati dengan pihak kelurahan dan melalui RT RW untuk menjadikan satu lorong di kampus baru sebagai kampung edukasi.

“Kita jadikan Kelurahan Lalolara sebagau pilot project sebagai kampung edukasi. Kita akan memberi contoh satu lorong di kampus baru. Nanti kita minta kelurahan usulkan pilot projetnya lewat pemerintah kota dan kita tunggu DPRD yang akan didukung dengan unsur penunjang pertama keamann, kenyamanan kebersihan,” tutupnya.

Sementara Lurah Lalolara Burhan mengatakan, kegiatan reses ini tidak hanya menjadi seremoni belaka dalam menyerap dan mendengar keluhan masyarakat.

“Kita harap aspirasi dan keluhan warga bisa didengarkan dan diperjuangkan di DPRD,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...