HUT ke-75 RI, Sultra Heritage bersama GMNI Kendari dan Himaleo Kunjungi Situs Arkeologi

1152
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sultra Heritage bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari dan Himpunan Mahasiswa Arkeologi Halu Oleo (Himaleo) mengunjungi situs Arkeologi, di Kota Lama Kendari, Senin 17 Agustus 2020.

Kegiatan kunjungan ini dengan tema “Mengenang kembali pahlawan terdahulu melalui tinggalan Arkeologi, di Kota Lama”.

- Advertisement -

Kunjungan di situs peninggalan kolonial yang ada di Kota Lama, merupakan salah satu bentuk ucapan syukur dan penghormatan terhadap para pejuang dan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kunjungan di situs arkeologi tersebut dilaksanakan juga di beberapa tempat yang ada di Kelurahan Kandai dan Kelurahan Jati Mekar seperti Gereja GPIB, Bungker, Rumah Countroler, makam Belanda, water reservoir (Bak Air) yang merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah.

Ketua umum Sultra Heritage, La Isal mengatakan, melalui kunjungan ini bisa dirasakan bagaimana latar belakang sejarah sosial yang berada langsung di lokasi tinggalan kolonial yang terletak di Kota lama.

Dalam membangun karakter sangat penting karena negara yang kuat tercipta adanya pribadi-pribadi yang tangguh dengan melalui bentuk lingkungan, lembaga pendidikan dan masyarakat.

“Dari tinggalan arkeologis tersebut karakter atau watak suatu bangsa sangat terkait erat terbentuknya jati diri bangsa khususnya Kota Kendari,” jelasnya.

Ketua DPC GMNI Kendari, Abdul Wahab mengatakan, kolaborasi ini merupakan kegiatan yang positif dan dapat diapresiasi sebesar-besarnya, karena pentingnya generasi milenial saat ini untuk selalu menguatkan jati diri bangsanya melalui budaya yang ada, baik budaya sifatnya non bendawi maupun yang bendawi.

Ia berharap kader-kader yang ikut dalam kegiatan ini bisa mengambil pelajaran dengan pentingnya memahami kepribadian bangsa yang berbudaya, dapat mengapresiasi tinggalan-tinggalan bersejarah yang ada di Kota Lama Kendari untuk menjadi bekal cerita kepada anak cucu ke depannya.

“Melalui kegiatan ini, bagi seluruh kader-kader GMNI ke depan untuk menjaga situs bersejarah yang ada
sebagai warisan budaya yang bernilai guna bagi masyarakat umum,” jelasnya.

Ketua Himaleo Meliati menjelaskan,
situs peninggalan arkeologis yang berada di kawasan Kota Lama Kendari khususnya peninggalan kolonialisme Belanda dan Jepang ini merupakan sebagai bukti nyata bersifat kebendaan dari sejarah.

Selain itu, lanjut dia, peninggalan ini memiliki nilai yang sangat penting baik yang bersifat edukasi dan non edukasi, khususnya untuk generasi sekarang dan selanjutnya.

Untuk itu, kunjungan ini dapat merefleksi kembali kaum milenial mengenai pentingnya tinggalan-tinggalan bersejarah untuk tetap dilakukan perlindungan dan pelestarian, karena ini menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.

“Penting adanya mengenalkan dan melestarikan warisan budaya yang tentunya tidak terlepas dari kita sendiri serta adanya peran masyarakat, tokoh adat setempat, dan juga para stakeholder di kota ini,” jelasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...