Danrem Sebut Babinsa di Bombana Tewas karena Terhambat Jalan Pernapasan

17029
 

Kendari, Inilahsultra.com – Komandan Resor Militer (Danrem) 143/Haluoleo, Brigjen TNI Jannie A Siahaan mengatakan, hasil autopsi sementara, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Rusdi meninggal akibat terhambat jalannya pernapasan.

“Indikasi lain tunggu proses penyelidikan,” ucap jenderal bintang satu ini, Kamis 20 Agustus 2020 dini hari.

- Advertisement -

Prosesnya, sambung Jannie, akan ditangani oleh Detasemen Polisi Militer,  karena korban merupakan anggota TNI.

“Jika dia (korban) ada bersentuhan dengan orang lain, maka prosesnya akan kita serahkan ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra),” ujarnya.

Alasan dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, sambung Jannie, karena yang memiliki fasilitas autopsi adalah Polda Sultra.

Rencananya, Kamis 20 Agustus 2020 pagi, Jenazah akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk dikebumikan.

Konfirmasi terpisah, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dr Raja Al Fatih Widya Iswara menuturkan, hasil visum et repertum terhadap anggota TNI yang tewas tergantung di pohon dengan tangan terikat ke belakang ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil dari pemeriksaan visum luar, ditemukan tanda kekerasan pada bagian leher,” jelas Raja.

Raja Al Fatih Widya Iswara enggan memaparkan secara detil tanda-tanda kekerasan yang dimaksud. Sementara hasil autopsi, Raja enggan berkomentar tentang hasil autopsi. Raja bilang, untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke penyidik.

“Untuk hasil autopsi, silahkan tanya ke penyidik karena ini bukan wewenangan saya. Silahkan tanya ke penyidik,” pungkasnya.

Serda Rusdi (36), bertugas di Koramil 1413-05 Kabaena, dengan jabatan sebagai Babinsa di Desa Rahantari dan Desa Eemokolo, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana ditemukan seorang warga tergantung di pohon jambu mete, Rabu 19 Agustus 2020 sekira pukul 06.09 WITa.

Jenazah Serda Rusdi, dibawa di Rumah Sakit Bhayangkara melalui jalur darat untuk dilakukan autopsi agar diketahui penyebab kematiannya. Jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara sekira pukul 16.00 WITa, dengan menggunakan mobil ambulans.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...