Dokter Forensik Temukan Tanda Kekerasan di Leher Babinsa Tewas Tergantung di Bombana

19427
 

Kendari, Inilahsutra.com – Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Raja Al Fatih Widya Iswara menyebut adanya tanda kekerasan di leher anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tewas tergantung di Kabupaten Bombana.

Tim dokter baru saja melakukan visum et repertum terhadap jasad Serda Rusdi (36), Rabu 19 Agustus 2020.

- Advertisement -

Raja menyebut, hasil dari pemeriksaan visum luar ditemukan tanda kekerasan pada bagian leher.

“Dari hasil pemeriksaan visum luar ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian leher,” ucap Raja Fatih Widya Iswara saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ia tidak memaparkan secara detil tanda-tanda kekerasan yang dimaksud. Sama dengan hasil autopsi, ia enggan berkomentar tentang hasil autopsi. Raja bilang, untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke penyidik.

“Untuk hasil autopsi, silahkan tanya ke penyidik karena itu bukan wewenang saya,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota TNI berpakaian dinas lengkap ditemukan tewas tergantung di pohon, di Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana dengan tangan terikat kebelakang.

Korban ditemukan oleh seorang warga bernama Audi, Rabu 19 Agustus 2020 sekira pukul 06.09 WITa. Audi menemukan korban tergantung di pohon, saat hendak pergi ke kebun miliknya.

Korban diketahui Serda Rusdi (36). Ia bertugas di Koramil 1413-05 Kabaena dengan jabatan sebagai Babinsa di Desa Rahantari dan Desa Eemokolo

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan tas loreng, topi loreng dan motor Yamaha Scorpion berwarna hitam milik korban.

Jenazah Serda Rusdin dibawa di Rumah Sakit Bhayangkara melalui jalur darat untuk dilakukan autopsi. Jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara sekira pukul 16.00 WITa, dengan menggunakan mobil Ambulans.

Setelah mobil jenazah itu tiba, jenazah langsung di bawah diruang jenazah untuk dilakukan otopsi.

Pantauan media ini, Komandan Korem 143/Haluoleo, Brigjen TNI Jannie A Siahaan dan Kapolda Sultra, Irjen Pol Merdisyam datang ke Rumah Sakit Bhayangkara ikut menyaksikan proses autopsi.

Nampak pula beberapa anggota TNI-AD berpakaian lengkap berdiri di halaman Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan di pintu masuk ruang jenazah dijaga ketat oleh anggota POM TNI-AD.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...