Kembangkan Pangan Lokal, Gubernur Sultra Siapkan Tiga Pendekatan

409
 

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) memaparkan strategi menyukseskan kebijakan diversifikasi pangan dalam acara Gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal Tahun 2020 di Kendari, Rabu 19 Agustus 2020.

Gerakan diversifikasi pangan dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat.

- Advertisement -

Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terkoneksi secara virtual dengan Kementerian Pertanian di Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Tampak hadir Wakil Gubernur Lukman Abunawas, unsur Forkopimda, kepala instansi sipil dan militer, Sekretaris Daerah Sultra, Kepala OPD Lingkup Pemprov Sultra, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota, akademisi, dan pelaku UMKM.

Ali Mazi mengatakan, strategi kebijakan diversifikasi pangan, pemerintah melakukan tiga pendekatan yaitu, teknologi, bisnis, dan kearifan lokal.

Ali Mazi mengungkapkan, pendekatan teknologi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan pangan. Nantinya, hasil olahan pangan ini dapat disandingkan dengan beras/nasi sebagai menu makanan sehari-hari.

Dengan memanfaatkan teknologi, bentuk asli pangan lokal yang sudah ada di masyarakat diubah, baik tampilan maupun dengan memperkaya nilai gizi yang dikandungnya.

“Hal yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri adalah sumber daya pangan lokal di daerah kita seperti sagu, ubi kayu, dan jagung cukup berlimpah dan telah lama dijadikan pangan pokok lokal oleh sebagian besar masyarakat Sultra,” jelas Ali Mazi.

Bahkan, tambah dia, beberapa olahan pangan lokal telah menjadi kuliner khas daerah yang dapat dinikmati tamu yang berkunjung ke Sultra, seperti sinonggi, kasuami, dan kabuto.

Eksistensi kuliner khas Sultra ini dapat terus ditumbuhkembangkan melalui pendekatan kedua, yakni pendekatan bisnis.

Dilakukan dengan pola industrialisasi berbasis korporasi, serta peningkatan kuantitas produksi dan pemasaran bagi para pelaku UMKM di bidang pangan lokal.

Oleh karena itu, kata Ali Mazi, peran pemerintah daerah bersama stakeholder terkait sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan UMKM pengolah pangan lokal agar lebih berdaya guna dan lebih produktif dalam meningkatkan kegiatan usaha.

“Selain itu, diharapkan pihak perbankan dapat terus memberikan kemudahan kepada UMKM dalam mengakses kredit modal usaha, dan pihak swasta kiranya dapat menumbuhkan kemitraan dengan UMKM dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran pangan lokal,” paparnya.

Pendekatan ketiga yang tak kalah pentingnya, kata Ali Mazi, adalah pendekatan kearifan lokal. Dilakukan dengan mempertahankan kearifan lokal terhadap budaya pola pangan setempat dengan tetap memperhatikan higienitas dalam proses produksi.

Sosialisasi dan promosi kepada masyarakat harus terus digencarkan untuk menguatkan keyakinan masyarakat bahwa bahwa konsumsi pangan lokal perlu dipertahankan, baik dari sisi kesehatan maupun pelestarian budaya.

Olahan pangan lokal yang banyak dikembangkan di Sultra adalah tepung yang bersumber dari aneka umbi, sagu, pisang, sukun, dan labu kuning.

Kedepan diharapkan aneka tepung ini dapat diolah lebih lanjut sebagai pangan pokok mensubstitusi beras dan terigu sebagai sumber karbohidrat.

Usai memberikan sambutan, Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Wakil Gubernur Lukman Abunawas menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand UMKM yang bergerak di bidang pengolahan pangan lokal.

Satu persatu stand UMKM itu didatangi, berbincang dengan penjaga stand, dan ikut mencicipi makanan yang disediakan.

Gubernur Sultra Ali Mazi saat mengikuti pemaparan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara virtual, Rabu 19 Agustus 2020.

Setelah itu, Ali Mazi kemudian bergabung secara virtual mengikuti pemaparan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam pemaparannnya, Syahrul menyatakan komitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah, dan bersedia dihubungi kapan saja baik melalui surat formal maupun lewat telepon langsung.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...