RS Santa Anna Kendari Klarifikasi Dugaan Telantarkan Pasien Reaktif

323
 

Kendari, Inilahsultra.com – Manajemen Rumah Sakit (RS) Santa Anna Kendari membantah telah menelantarkan pasien reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Menurut Manajemen RS Santa Anna, pihaknya telah melakukan prosedur penanganan pasien sesuai SOP yaitu penanganan awal dan terapi oleh dokter jaga dan tim IGD dengan pemberian cairan melalui infus dan obat-obatan untuk mengurangi keluhan pasien.

- Advertisement -

“Pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, rapid test, dan gula darah). Pemeriksaan radiologi (foto rontgen dada, panggul dan paha). Pasien berada di RS Santa Anna selama 8 jam lebih karena hasil rapid test reaktif dan masih berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan,” klaim Manajemen RS Santa Anna melalui keterangan tertulis yang diterima Inilahsultra.com.

Manajemen juga mengaku, keluarga pasien menelpon ke RS Santa Anna untuk meminta pasien dijemput di rumahnya di Kelurahan Sodoha dengan menggunakan ambulance milik rumah sakit swasta tersebut.

“Dan petugas RS Santa Anna menjemput pasien dengan menggunakan ambulance RS Santa Anna, pasien tiba sekitar pukul 07.30 di IGD,” jelasnya lagi.

Petugas RS Santa Anna, lanjut keterangan mereka, turut berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan covid-19 karena RS Santa Anna tidak memiliki kapasitas untuk merawat pasien dengan covid-19.

“Kami tidak mengantar dengan ambulance RS Santa Anna karena pihak RS Santa Anna masih menunggu koordinasi RS rujukan,” bantahnya soal anggapan tidak mengizinkan ambulansnya digunakan.

Manajemen melanjutkan, pada saat pasien datang dengan menggunakan ambulance RS Santa Anna, pasien langsung diperiksa di dalam ruang IGD, namun setelah pemeriksaan rapid test reaktif, pasien dipindahkan di ruang khusus, bukan teras.

“Kami RS Santa Anna memohon maaf dengan adanya Covid-19 RS Santa Anna memberlakukan protokol kesehatan demi keselamatan dan kebaikan bersama,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...