Masyarakat Mubar Tolak Pabrik Tebu karena Mengancam Lingkungan dan Sumber Mata Air

1937
 

Laworo, Inilahsultra.com – Masukanya perusahaan tebu, PT Wahana Surya Agro di Kabupaten Muna Barat (Mubar) mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Pasalnya, rencana pembangunan pabrik tebu dan lahannya yang akan diolah untuk kebun tebu itu berpotensi akan merusak lingkungan dan mengancam sumber mata air yang ada di daerah itu.

- Advertisement -

Sebagai bentuk penolakan, rencananya, Aliansi Masyarakat Wadaga (AMW) akan kembali menyambangi kantor Bupati Mubar Senin depan, 24 Agustus 2020 dengan gerakan demonstrasi.

Koordinator AMW,  La Ode Muhamad Sabilillah mengatakan, pulau Muna, termasuk Muna Barat merupakan daerah dengan kontur tanah batu berkapur atau karts.

Selama ini, kata dia, sumber daya air di Muna tergantung pada kualitas karts termasuk pepohonan yang masih menyimpan potensi air.

Namun, dengan masuknya perkebunan tebu yang “rakus” dengan air, maka bisa berdampak pada keberlangsungan kebutuhan air masyarkat di Mubar. Terlebih, perkebunan tebu berasa di daerah Wadaga dan Lawa yang sumber pengairannya masih mengandalkan air tadah hujan maupun air yang sungai yang selama ini terjaga oleh kelestarian alam hutannya.

“Kita akan kembali melakukan aksi besar-besaran nanti di Kantor Bupati Mubar. Masukanya investor di Mubar  hanya akan membawa malapetaka bagi masyarakat yang khususnya akan terkena dampak langsung maupun tidak langsung,” kata yang biasa disapa Bili melalui sambungan selulernya, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Kata dia, dalam aksi nanti, yang tergabung dalam AMW akan menuntut dan mengusir PT Wahana Surya Agro dari Mubar. Selain itu  Bupati Muna Barat harus membatalkan segala bentuk izin maupun kesepakatan yang telah di kantongi PT Wahana Surya Agro.

“Bupati Muna Barat harus menyatakan sikap secara tertulis maupun lisan di pers bahwa menolak kehadiran PT WSA atas permintaan masyarakat yang terkena dampak dari hadirnya PT Wahana Surya Agro,” tegas Bili.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Mubar bersama PT Wahana Surya Argo (WSA) sebelumnya sudah melakukan penandatanganan kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) pendirian pabrik gula, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Rabu 1 Juli 2020 lalu.

Saat itu, MoU ditanda tangani langsung Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada bersama Direktur Utama PT Wahana Surya Argo (WSA), Nyono Purnomo.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...