Skema Perbaikan Jalan Provinsi yang Rusak di Sultra

750
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Tariala menjelaskan skema perbaikan jalan rusak di Bumi Anoa.

Menurut Politikus Partai NasDem ini, dari total jalan di bawah kewenangan Pemprov Sultra sepanjang seribu kilometer lebih, terdapat 223 kilometer kondisinya rusak.

- Advertisement -

“Banyak warga yang mendesak agar jalan segera diperbaiki pada tahun ini, namun kami lihat jika dianggarkan di APBD Perubahan 2020 agak sulit,” kata Tariala, Senin 25 Agustus 2020.

Ia menyebut, setiap tahun, ada dua kali penganggaran, yakni, APBD induk dan APBD perubahan.

Saat ini, APBD induk 2020 sudah berjalan namun mayoritas anggaran telah dialihkan untuk penanganan virus corona kurang lebih Rp400 miliar. Minimnya anggaran ini tentu akan berdampak pada perencanaan anggaran di APBD Perubahan 2020.

Selain waktu pengerjaan yang kasip, jumlah anggaran yang dimiliki Pemprov Sultra juga terbatas.

“Sekarang mau diaspal sekarang, uangnya mau diambil dimana,” katanya.

Ia menuturkan, jalan rusak sepanjang 223 kilometer itu membutuhkan anggaran kurang lebih Rp630 miliar.

Dengan anggaran yang besar itu, sulit dialokasikan untuk APBD Perubahan 2020. Untuk itu, sebagai wakil rakyat, akan memperjuangkan alokasi perbaikan jalan seluruh Sultra pada APBD 2021 nanti.

“Ini salah satu fokus kita untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Khusus jalan Raha-Lakapera yang beberapa hari lalu sempat diributkan warga, lanjut Tariala, sebagian telah dikerjakan pemerintah.

“Tahun ini anggarannya Rp8 miliar dan dikerjakan di bagian Wakuru yang masuk ruas jalan Raha-Lakapera,” jelasnya.

Sedangkan jalan di Desa Bea Kecamatan Kabawo, lanjut dia, untuk sementara masih tahap fungsional.

“Tapi masyarakat memaksakan diaspal. Ini agak sulit. Makanya akan kami upayakan dianggarkan di APBD induk 2021,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...