Dinilai Cacat Hukum, Hasil Musda Golkar Konsel Bakal Digugat ke Mahkamah Partai

926
 

Kendari, Inilahsultra.com – Hasil  Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Partai Golkar Konawe Selatan (Konsel) yang menetapkan Irham Kalenggo sebagai Ketua Golkar 2020-2025 dinilai tidak sesuai prosedur atau cacat hukum.

“Mulai dari proses persiapan, pendaftaran dan pelaksanaan Musda, saya menilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) partai, serta petunjuk organisasi (PO) 02  tahun 2020,” ungkal Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Konsel, Haeruddin saat konferensi pers di salah satu warungk kopi di Kota Kendari, Senin malam 24 Agustus 2020.

- Advertisement -

Haeruddin merupakan salah satu bakal calon ketua yang mendaftar di Musda Golkar Kabupaten Konsel.

Mantan anggota DPRD Konsel ini menjelaskan, dalam AD/ART Golkar, persiapan musda dilakukan paling lama satu bulan sebelum pelaksanaan, tetapi DPD II Golkar Konsel melakukan persiapan hanya tiga hari.

Kemudian, lanjut dia, dalam tahapan pendaftaran atau penjaringan calon, panitia menyediakan waktu yang singkat dan sebagian syarat yang ada di peraturan organisasi dikurangi.

Parahnya lagi, kata dia, bakal calon yang akan maju di Musda Golkar Konsel tidak dilakukan verfikasi oleh panitia. Harusnya, jika calon ketua didukung 30 persen dari total pemilik hak suara harus diberikan kesempatan untuk maju, tapi ini setelah laporan pertanggungjawaban diterima, pimpinan sidang langsung menetapkan Irham Kalenggo secara aklamasi.

“Inilah yang menjadi kegundahan dan dasar saya untuk melaporkan di DPD I Golkar Sultra dan bakal menggugat di Mahkamah Partai di DPP Golkar,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Golkar Konsel terpilih Irham Kalenggo melalui telpon selulernya, tidak menanggapi hal tersebut. Hanya mengarahkan untuk dikonfirmasi kepada pimpinan kecamatan.

Dikonfirmasi kepada Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Angata Johan menjelaskan, Musda IV Partai Golkar Konsel telah dipersiapkan sejak bulan Juli lalu dan sudah sesuai instruksi DPP No.3/GOLKAR/VII/2020.

Panitia telah membuka pendaftaran balon ketua DPD II Konsel mulai sejak 18 sampai 23 Agustus 2020 di kantor DPD Golkar Konsel

“Kalau saudara Haerudin terlambat tau soal jadwal pendaftaran itu salah dia, karena Haerudin tidak pernah ikut rapat apa lagi datang ke kantor Golkar,” kata Johan melalui pesan WhatsAppnya.

Kemudian, lanjut dia, soal verifikasi calon telah diatur sangat jelas dalam tata tertib (Tatib) pasal 20 menjelaskan untuk menjadi calon seorang balon harus mendapat dukungan 30 persen minimal didukung 9 pemilik suara. Pertanyaan adakah dukungan 9 PK kepada Haerudin ini.

Dalam pemandangan umum, lanjut dia, semua peserta pemilik suara 25 pimpinan kecamatan dan sayap 100 persen mencalonkn Irham Kalenggo senagai ketua Golkar Konsel, dan secara otomatis dinyatakan terpilih secara aklamasi, itu sudah sesuai aturan.

Lanjut dia, Haerudin tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua Golkar, karena pernah masuk partai lain dan kembali lagi ke Partai Golkar. Sementara syarat menjadi calon ketua tidak pernah masuk partai lain dalam AD/ART.

“Yang paling penting Musda dibuka dengan resmi oleh Ketua DPD Partai Golkar Sultra. Artinya Musda ini tidak main-main dan jauh dari kata ilegal,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...